Senin 15 Jan 2024 09:35 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas Seiring Rilis Neraca Perdagangan

Rilis neraca perdagangan akan jadi sentimen tersendiri hari ini.

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, berpeluang menguat terbatas seiring dengan rilisnya neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2023.

IHSG dibuka menguat 9,40 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.250,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,57 poin atau 0,16 persen ke posisi 979,40.

Baca Juga

"IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas pada awal pekan ini," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (15/1/2024).

Dari dalam negeri, pada hari ini akan dirilis data neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2023 dan sepanjang tahun lalu, yang diperkirakan akan mencapai 1,95 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Ekspor diperkirakan melandai pada Desember 2023 seiring dengan melandainya harga komoditas, sebaliknya, impor diperkirakan akan naik sejalan dengan permintaan Natal dan tahun baru (Nataru).

Kemudian, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan data utang luar negeri periode November 2023. Sebagai catatan, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2023 tercatat sebesar 392,2 miliar dolar AS, atau naik 0,6 persen year on year (yoy) .

Selain itu, BI juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya, yang diramal akan kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di angka 6 persen.

Dari mancanegara, memasuki pekan ketiga Januari 2024, pelaku pasar masih akan merespons data yang rilis pekan lalu, diantaranya harga produsen inti AS atau Core Producer Price Index (PPI) periode Desember 2023 yang secara tidak terduga melandai ke 1,8 persen (yoy).

Pertumbuhan itu lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 1,9 persen (yoy) dan dari satu bulan sebelumnya sebesar 2 persen (yoy), dimana melandai-nya PPI bisa menjadi kabar baik yang potensi menekan indeks dolar AS turun.

Sementara itu, bursa saham AS pada pekan lalu, Jumat (12/01) ditutup variatif merespon rilis laporan keuangan terutama untuk perbankan besar periode sepanjang 2023, yang meredakan sentimen memanasnya inflasi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 213,29 poin atau 0,60 persen ke 35.790,39, Indeks Hang Seng menguat 33,30 poin atau 0,20 persen ke 16.21128, Indeks Shanghai menguat 0,29 poin atau 0,01 persen ke 2.882,27, dan indeks Straits Times menguat 8,14 poin atau 0,26 persen ke posisi 3.199,86.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement