Jumat 12 Jan 2024 13:53 WIB

Bos Defend ID Blak-blakan Luruskan Salah Kaprah Soal Umur Alutsista

Banyak platform alutsista seperti kapal perang yang didesain berumur panjang.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Defend Id mengatakan indikator utama alutsista tidak melulu soal usia alat. (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Defend Id mengatakan indikator utama alutsista tidak melulu soal usia alat. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT LEN Industri, Bobby Rasyidin, meluruskan informasi terkait alat utama sistem senjata (alutsista). Bobby yang merupakan pimpinan dari holding BUMN industri pertahanan atau Defend ID memberikan pemahaman tentang salah kaprah soal alutsista bekas.

Bobby menegaskan indikator utama alutsista tidak melulu soal usia alat. Bobby mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki alutsista dalam menopang pertahanan sebuah negara. 

Baca Juga

"Pertama, operating readiness apakah masih layak operasi, lalu combat readiness apakah masih layak tempur, dan safety level terkait keselamatan untuk kru," ujar Bobby dalam diskusi bertajuk "Membangun Kekuatan Pertahanan di Kawasan Regional" di Media Center Indonesia Maju, Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Bobby menyampaikan alutsista memiliki struktur seperti mesin serta sistem meliputi navigasi, sistem operasi, dan sistem tempur yang harus diperhatikan perawatannya. Bobby mengatakan banyak platform alutsista seperti kapal perang yang didesain berumur panjang hingga 100 tahun. 

"Yang berubah cepat itu adalah sistemnya. Karena makin ke sini, perang itu bukan perang fisik lagi, tapi perang elektronika seperti platform yang namanya perawatan program," ucap Bobby. 

Untuk itu, Bobby menyampaikan perawatan dan pemeriksaan terhadap struktur dan sistem menjadi hal yang utama dalam setiap alutsista. "Yang paling penting itu bagaimana melakukan modernisasi dan upgrade sistem supaya alutsista ini tidak ketinggalan zaman," kata Bobby. 

Dalam perang Rusia dan Ukraina, Bobby mencontohkan militer Rusia yang masih menggunakan tank T72 buatan 1968 dan pesawat SU Sukhoi 25. Bobby mengatakan Rusia pun masih menggunakan pesawat SU Sukhoi 27 yang buatan Uni Soviet pada 1976-1978 untuk menjaga Air Force Rusia. 

"Ketika bicara alutsisa yang sudah berumur, lihat perang Rusia-Ukraina. Itu masih layak tempur. Kalau kita lihat lagi, Global Military Index, nomor satu ini Israel loh, perang dengan Hamas dia pakai tank Merkava tahun 1978, sudah 45 tahun usianya. Yang terpenting penting dia merawat strukturnya," kata Bobby.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement