Senin 25 Dec 2023 19:27 WIB

Pangkas Antrean SPBU, Pertamina Imbau Masyarakat Gunakan Pembayaran Nontunai

Seluruh SPBU jalur utama baik tol maupun non-tol siap dengan pembayaran nontunai.

Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Area Manager Comm, Rel, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengimbau masyarakat melakukan pembayaran non-tunai guna memangkas antrean di SPBU.

"Tentunya semua ingin selamat sampai tujuan sesuai waktu yang diharapkan. Agar tidak terlalu lelah menunggu mengisi BBM di SPBU, kami mengajak seluruh konsumen untuk bekerja sama satu sama lain mempercepat transaksi BBM dengan membayar secara non-tunai," ujar Ahad di Surabaya, Senin (25/12/2023).

Baca Juga

Ahad melanjutkan seluruh SPBU jalur utama baik tol maupun non-tol sangat siap dengan metode pembayaran non-tunai. Salah satu metode pembayaran non-tunai adalah menggunakan aplikasi MyPertamina yang telah terkoneksi dengan beragam e-wallet seperti GoPay, OVO dan Link Aja, serta Bank Himbara seperti BNI, BRI dan Mandiri.

"Beragam promo menarik kami sediakan di dalam aplikasi tersebut, yang tentunya membuat pembelian BBM jadi lebih hemat apalagi untuk kebutuhan volume pengisian BBM pemudik yang cukup besar, harapannya ini bisa membantu. Saat ini tersedia cashback untuk e-wallet OVO 8 persen dan Link Aja 5 persen," tambah Ahad. 

 

Saat ini di Jatimbalinus rata-rata transaksi harian menggunakan aplikasi MyPertamina mencapai 2.500 transaksi lebih per hari, sedangkan nominal transaksi mencapai Rp 500 juta-Rp 600 juta per harinya.

"Kami berterima kasih ke masyarakat yang telah bertransaksi secara non-tunai. Angka tersebut menunjukkan sebetulnya literasi digital masyarakat sudah sangat tinggi, sebetulnya untuk pembiasaan bisa dimulai dari penerapan sehari-hari di SPBU," ucap Ahad.

Pertamina juga memastikan stok BBM di Supply Point maupun di lembaga penyalur dalam keadaan aman, bahkan layanan Pertamina siaga seperti Rumah Pertamina Siaga, Motorist Delivery Service 135 dan Modular Pertashop di Rest Area Tanpa SPBU masih dalam status siaga hingga tanggal 7 Januari nanti.

Seluruh SPBU Pertamina memiliki CCTV yg terkoneksi dengan Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC) dan secara digital termonitor stoknya, sehingga sebelum stok kritis pengiriman BBM sudah dilakukan dan antrian termonitor. Sementara itu, salah satu masyarakat, Bramantyo membeberkan kalau membeli BBM lewat MyPertamina itu bisa menambah poin yang bisa ditukarkan.

"Kita kan transaksi BBM ini sering ya, dengan pakai MyPertamina sebetulnya dapat untung karena dengan tidak menambah uang kita dapat poin yang bisa ditukarkan hadiah menarik," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement