Senin 11 Dec 2023 23:25 WIB

Danareksa Alokasikan Rp 3 Triliun untuk Suntik Anak Holding

Sebab Danareksa mengemban amanat untuk melakukan scale-up anak usaha.

Danareksa
Foto: danareksa.co.id
Danareksa

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- PT Danareksa (Persero) mengalokasikan investasi sebanyak Rp3 triliun pada 2024 yang akan digunakan untuk menyuntik sejumlah Badan Usaha Milik Negara yang tergabung dalam Holding Danareksa.

"Rencana Danareksa ke depan, kita cenderung memusatkan investasi ke anak Danareksa. Jadi Danareksa akan melakukan investasi yang terintegrasi. Berapa rencananya? Kalau di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) sekitar Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun," kata Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi saat Media Gathering di Lokananta, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (11/12/2023).

Baca Juga

Yadi menuturkan pemusatan investasi kepada total 45 anak perusahaan tersebut lantaran Danareksa sebagai Holding BUMN Spesialis Transformasi dan Investasi satu-satunya di Indonesia tersebut memang mengemban amanat untuk melakukan scale-up. "Scaling-up itu atas BUMN yang memang skala usahanya masih kecil tapi kemudian kita diberikan tugas untuk membesarkan," ucap Yadi.

Danareksa, lanjutnya, melakukan pengelolaan dan peningkatan skala bisnis anggota holding melalui mekanisme estafet-handling. Transformasi bagi perusahaan yang "sakit" dilakukan oleh anak usaha Danareksa yang bergerak di bidang pengelolaan aset yakni PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA.

 

Kemudian, perusahaan akan direvitalisasi atau scaling-up oleh Danareksa melalui transformasi bisnis dan penguatan sinergi. Hasil akhir yang diharapkan adalah BUMN yang berkontribusi signifikan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Danareksa, Teguh Wirahadikusumah menyampaikan bahwa holding BUMN Danareksa membawa dampak yang baik pada sektor keuangan.

Performa keuangan konsolidasi Danareksa, disebutnya, meningkat seiring dengan dibentuknya Holding Danareksa pada 2022 lalu. Tercatat laba bersih pada 2022 mencapai Rp 1,245 triliun dan meningkat signifikan dari 2021 yang hanya sebesar Rp 728 miliar.

Hal itu membuktikan bahwa salah satu tujuan awal pembentukan holding yakni memaksimalkan nilai ekonomi aset BUMN dapat direalisasikan.

"Tapi yang tidak kalah penting bahwa dengan Danareksa menjadi holding baru, banyak di tempat saya itu bahwa semua rencana kita ke depan mungkin sustainability-nya. Jadi nomor satu tentunya adalah laporan keuangan yang kredibel dan akurat dan juga tepat waktu. Ini effort yang kelihatannya mudah tapi cukup luar biasa dilakukan," ucapnya.

 

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement