Senin 11 Dec 2023 22:10 WIB

PPA Siapkan Dana Rp 2 Triliun untuk Investasi di 2024

Dana tersebut akan dialokasikan kepada beberapa perusahaan BUMN.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Jajaran direksi Holding Danareksa dan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) saat Media Gathering di Solo, Senin (11/12/2023).
Foto: Republika/Retno Wulandhari
Jajaran direksi Holding Danareksa dan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) saat Media Gathering di Solo, Senin (11/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk disalurkan sebagai pembiayaan dan investasi pada 2024. Dana tersebut akan dialokasikan kepada beberapa perusahaan BUMN di bawah kelolaan PPA. 

"Nanti akan dibagi ke beberapa perusahaan, saat ini setidaknya ada 15 perusahaan yang masih dikelola oleh PPA," ungkap Plt Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Avianto Istiardjo, Senin (11/12/2023). 

Baca Juga

Menurut Avianto, salah satu perusahaan yang akan mendapat investasi cukup besar yaitu PT Persero Batam. Dana investasi akan digunakan untuk membangun fasilitas infrastruktur pelabuhan peti kemas di Batam.

Avianto menjelaskan, PPA akan menyalurkan investasi sesuai dengan pilar bisnis perusahaan antara lain melalui restrukturisasi dan revitalisasi. Selain itu, PPA memberikan pembiayaan khusus terkait ekosistem BUMN. 

"PPA memberikan pinjaman atau dana talangan kepada BUMN agar mereka melakukan restrukturisasinya untuk berbagai macam kebutuhan," ujar Avianto.

Lebih lanjut, Avianto menyampaikan, PPA memiliki sumber pendanaan yang cukup beragam untuk investasi di tahun depan. Menurut Avianto, dana investasi pada 2024 bersumber dari pinjaman bank maupun penerbitan obligasi. 

"Kami menjaga kombinasi yang paling baik dari beberapa sumber pendanaan seperti perbankan, baik himbara maupun swasta serta penerbitan obligasi," kata Avianto.

Sebelumnya, PPA telah memberikan pembiayaan kepada Garuda dan Citilink sejumlah Rp 1,1 triliun. PPA juga telah melakukan akuisisi NPL Bank Muamalat dan Bukopin masing-masing Rp 10 triliun dan Rp 1,3 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement