Jumat 01 Dec 2023 23:36 WIB

Jangan Sampai Harga Beras Naik Lagi, Ini Pesan BPS

Harga beras dapat dikendalikan dengan kepastian produksi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petugas menyiapkan beras Bulog kemasan 10 kilogram untuk bantuan pangan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (14/11/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas menyiapkan beras Bulog kemasan 10 kilogram untuk bantuan pangan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (14/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, harga beras dapat dikendalikan dengan kepastian produksi. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengatakan, dalam tren produksi padi nasional akan terjadi peningkatan produksi sekitar Januari hingga Maret 2024. 

“Ini jika melihat siklus dari produksi padi, Januari-Maret sudah berlangsung. Jika produksi mampu mencukupi kebutuhan maka kemungkinan harga beras bisa dikendalikan,” kata Edy dalam konferensi pers, Jumat (1/12/2023). 

Baca Juga

Dia menjelaskan, ketercukupan pasokan beras akan memengaruhi tingkat harga di level konsumen. BPS mengharapkan tahun depan tidak terjadi kenaikan beras seperti tahun ini. 

“Tentu dengan kebijakan pemerintah tata niaga beras dan penyediaan beras akan sedikit mengurangi kenaikan (harga) beras pada tahun depan,” tutur Edy. 

 

Dari 1.848 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama November 2023, tercatat saat ini transaksi gabah kering panen (GKP) 67,69 persen, gabah kering giling (GKG) 23,16 persen, dan gabah luar kualitas 9,15 persen. Selama November 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 6.718 per kilogram atau turun 1,94 persen dan di tingkat penggilingan Rp 6.872 per kilogram atau turun 1,76 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. 

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp 7.592,00 per kg atau turun 1,45 persen dan di tingkat penggilingan Rp 7.706 per kilogram atau turun 1,43 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp 6.383,00 per kilogram atau naik 2,60 persen dan di tingkat penggilingan Rp 6.511,00 per kilogram atau naik 2,49 persen.

Jika dibandingkan November 2022, rata-rata harga gabah pada November 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 24,46 persen, 31,22 persen, dan 27,11 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada November 2023 dibandingkan November 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 24,43 persen, 30,62 persen, dan 27,18 persen.

Pada November 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 13.250 per kilogram. Harga tersebut turun sebesar 0,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 12.960 per kilogram atau turun sebesar 0,40 persen dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp 12.535 per kilogram atau naik sebesar 1,24 persen.

“Dibandingkan dengan November 2022, dia menyebut rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 26,05 persen, 28,03 persen, dan 31,36 persen,” ujar Edy.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement