Rabu 29 Nov 2023 23:15 WIB

Pengaduan Polis Asuransi Umum Menurun, Literasi Masih Perlu Ditingkatkan

Pemahaman masyarakat terkait asuransi sudah mulai meningkat.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan dalam sesi doorstop usai konferensi pers pemaparan kinerja asuransi umum kuartal III 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan dalam sesi doorstop usai konferensi pers pemaparan kinerja asuransi umum kuartal III 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan saat ini pengaduan polis terpantau mulai menurun. Meskipun begitu, Ketua AAUI Budi Herawan mengatakan, literasi berkaitan dengan asuransi di tengah masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi.

"Saya melihat di asuransi umum agak menurun. Yang masuk di LAPS juga dilihat menurun saya lihat dibandingkan dengan di asuransi jiwa," kata Budi di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga

Menurutnya, saat ini pemahaman di tengah masyarakat sudah mulai meningkat sehingga membuat pengaduan mengenai polis juga menurun. Bahkan Budi menuturkan, penurunan pengaduan polis juga terlihat jika dibandingkan tahun lalu

"Jumlah pengaduan di asuransi umum turun mulai dari tingkat korporasi maupun usaha kecil dan menengah atau small medium enterprise (SME)," jelas Budi.

Sejauh ini, Budi menuturkan pengaduan yang muncul lebih banyak berkaitan dengan besaran atau nilai jumlah klaim yang dibayarkan. Sementara uang berkaitan dengan pemaham secara teknis lebih sedikit.

"Pemahamannya kalau harga pertanggungan 100 ya kalau klaim 100 yang dibayar kan tidak begitu. Ini lebih banyak bagaimana kita melakukan literasi juga," tutur Budi.

Sementara itu, Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang mengatakan pembayaran klaim yang telah dibayarkan oleh industri asuransi

umum mengalami pertumbuhan pada kuartal III 2023. Pembayaran klaim pada periode tesebut ebanyak 12,2 persen dari periode yang sama pada 2022.

"Jumlah total klaim yang telah dibayarkan pada periode ini adalah sebesar Rp 30,7 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 27,4 triliun," ucap Trinita.

Trinita memastikan, klaim yang telah dilaporkan pada periode tersebut mengalami pertumbuhan pada mayoritas lini usaha. Terdapat juga enam lini usaha yang mencatatkan adanya penurunan pembayaran klaim pada periode tersebut seperti asuransi properti, aviasi, emerhi onshore, energi offshore, surety ship, dan asuransi aneka. 

"Claim Ratio pada periode terjadi pertumbuhan sebesar 41,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal III 2023 yang hanya tercatat 41 persen," tutur Trinita.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement