Rabu 29 Nov 2023 09:46 WIB

Dibanjiri Net Buy Asing, IHSG Dibuka Menguat 

Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways di rentang 7.000-7.080. 

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Rabu (29/11/2023). IHSG pagi ini kembali menguat ke level 7.067,57 setelah empat hari beruntun mengalami penguatan.

Kenaikan IHSG ini terjadi di tengah beli bersih atau net buy investor asing beberapa hari terakhir. Kemarin, pergerakan IHSG disertai net buy asing sebesar Rp 44 miliar. 

Baca Juga

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways. Pergerakan IHSG diprediksi berada di rentang 7.000-7.080. 

"Level support IHSG berada di 6.980-7.000 dan level resist IHSG berada di 7.050-7.080," ujar Fanny dalam ulasannya. 

 

Di AS, bursa utama Wall Street kompak menguat semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,24 persen, S&P naik 0,10 persen dan Nasdaq juga menguat 0,29 persen.

Menurut Fanny, komentar dari pejabat Federal Reserve menimbulkan harapan bank sentral tersebut mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut. Terakhir, suku bunga AS berada di level 5,25 persen-5,5 persen. 

Kemarin sebagian besar bursa di kawasan regional Asia Pasifik juga mencatat kenaikan. Bursa yang menguat cukup signifikan adalah Shenzen Index, Kospi dan TSEC Weighted Index, sementara Hang Seng melemah cukup dalam. 

Taiwan melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 sebesar 2,32 persen yoy, sesuai dengan perkiraan. Business confidence Korea Selatan per November 2023 sebesar 70. 

Hari ini Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memutuskan tingkat suku bunga Selandia Baru yang diperkirakan tetap di posisi 5,5 persen. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement