Selasa 28 Nov 2023 20:03 WIB

Jadi Sasaran Boikot, Apindo Tegaskan Anggotanya tak Terafiliasi dengan Israel

Para anggota asosiasi, kata dia, tidak mendukung agresi Israel terhadap Palestina.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani.
Foto: sintesagroup.com
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, perusahaan anggota Apindo tidak terafiliasi dengan Israel. Para anggota asosiasi pun, kata dia, tidak mendukung agresi Israel terhadap Palestina.

"Sudah tanya ke anggota yang terdampak, ternyata mereka bukan produk-produk Israel sama sekali. Anggota Apindo tidak ada sama sekali yang produk-produk Israel," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

Dijelaskan, anggota Apindo dari berbagai kalangan pengusaha. Baik pengusaha domestik maupun multinasional. Shinta menuturkan, aksi boikot telah berdampak terhadap penjualan sejumlah produk, bahkan dikhawatirkan terjadi pengurangan karyawan atau PHK. Hanya saja ia enggan menyebutkan angka rincinya.

"Makanya kita mau mencari data yang tepat. Itu supaya mengetahui masing-masing perusahaan ini benar mendukung Israel atau tidak," katanya.

 

Menurutnya, daftar produk pro Israel yang tersebar di media sosial justru merupakan informasi bohong atau tidak benar. Dia menjelaskan, sampai saat ini belum ada kementerian atau lembaga di Tanah Air yang mengeluarkan daftar tersebut, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"MUI sendiri jelas banget posisinya terhadap boikot produk-produk Israel, dia tidak pernah menyebutkan produk-produk apa. Ini sekarang ada keluar nama-nama brand yang sebenarnya tidak secara resmi seperti itu (mendukung Israel)," tuturnya.

Akibat daftar tersebut, kata dia, justru berabagai produk buatan Indonesia yang rugi. Shinta menyatakan, Apindo tetap dalam posisi menghormati fatwa haram MUI terhadap produk pro Israel itu.

Hanya saja baginya, asosiasi perlu meluruskan kalau beragam produk yang diboikot tersebut tidak berkaitan dengan Israel. "Tidak ada yang mendukung agresi militer Israel, kita juga jelas tidak. Kalau itu produk Israel, saya juga tidak akan dukung," tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement