Selasa 14 Nov 2023 16:56 WIB

Boikot Produk Terafiliasi Israel, Apindo: Siapa yang Tanggung Jawab Kalau Ada PHK?

Perlu penelusuran cermat kebenaran afiliasi merek-merek di Indonesia dengan Israel.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
Boikot produk Israel (ilustrasi).
Foto: muslimvillage.com
Boikot produk Israel (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menanggapi aksi boikot masyarakat terhadap sejumlah merek dan perusahaan yang diduga terafiliasi atau pro Israel di Indonesia, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sarman Simanjorang meminta adanya penelusuran yang lebih jeli. Karena, sampai saat ini Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

"Perlu suatu penelusuran yang pasti apakah memang benar-benar produk yang diduga ini betul-betul ada kaitannya. Karena jangan sampai tidak ada hubungan apa-apa jadi ikut-ikutan, harus berhati-hati hadapi boikot memboikot ini," ujar Sarman kepada Republika, Selasa (13/11/2023).

Baca Juga

Ia melihat, beberapa produk asing yang diboikot sebenarnya merupakan produk lama dan sudah sangat terkenal di Indonesia. Bahkan, sebagian besar masyarakat telah menjadi konsumen setia dari merek internasional tersebut.

Sarman menekankan, dibalik aksi boikot ini justru sangat berdampak untuk para tenaga kerja. Menurutnya, akan sangat mengkhawatirkan bila para pegawai perusahan multinasional tersebut justru terkena pemberhentian hubungan kerja (PHK).

 

Karena, sebagai negara berkembang dengan penduduk cukup banyak, lanjut Sarman, aksi boikot ini akan langsung berdampak kepada para tenaga kerja perusahaan yang terkena boikot. Padahal Indonesia, masih tertatih-tatih bangkit perekonomiannya dari badai pandemi Covid-19 dan dampakk konflik global antara Rusia dan Ukraina. 

Kata dia, kalau negara yang penduduk dan jumlah pengangguran sedikit mungkin tidak berpengaruh, tapi Indonesia adalah negara berkembang dan pulih dari Covid-19.

Kemudian, Indonesia juga terdampak perang dan konflik global Rusia-Ukraina yang sangat memengaruhi industri manufaktur. "Sehingga kita harus jeli melihat apakah benar ada kaitannya, perlu melakukan penelitian mendalam sebelum lakukan boikot, apa benar (produk) terafiliaisi Israel," ujarnya.

Pengangguran masih tinggi ...

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement