Jumat 17 Nov 2023 15:20 WIB

Xi Jinping: Pertumbuhan Ekonomi China Tangguh dan Punya Banyak Potensi

China tetap berkomitmen untuk mengejar pembangunan dengan pintu terbuka.

Presiden China Xi Jinping
Foto: AP Photo/Jeff Chiu
Presiden China Xi Jinping

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Xi Jinping juga mengungkapkan China memiliki kekuatan yang berbeda dengan negara lain karena memiliki sistem ekonomi pasar sosialis. Pasar dengan skala permintaan yang super besar, sistem industri dengan rantai pasok yang lengkap serta angkatan kerja dan wirausaha berkualitas dalam hal sumber daya manusia.

"Pertumbuhan ekonomi China berasal dari dalam, tangguh, dan memiliki banyak potensi," kata Xi di hadapan para pebisnis dalam APEC CEO Summit yang digelar di Main Ballroom, Moscone West, San Francisco, Amerika Serikat pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat.

Baca Juga

Dalam APEC CEO Summit tersebut hadir antara lain CEO ExxonMobil Darren Woods, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Pfizer Albert Bourla, CEO Uber Dara Khosrowshahi, Executive Chairman VISA Alfred F Kelly, Chairman CEO Organon Kevin Ali, Presiden NCAPEC Monica Hardy Whaley dan para pebisnis lainnya.

Kata Xi, pada masa lalu, China berhasil mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan serta mencapai prestasi bersejarah. Saat ini, perekonomian China secara keseluruhan, yang memiliki ketahanan kuat, potensi sangat besar, dan ruang gerak yang luas, akan tetap demikian dalam jangka panjang.

 

Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi China, kata Xi, juga berfokus pada "tiga produk baru" China yaitu kendaraan energi baru, baterai litium, dan produk tenaga surya.

"Bursa perdagangan karbon nasional untuk pengurangan emisi gas rumah kaca secara sukarela akan segera diluncurkan, yang akan menciptakan peluang pasar ramah lingkungan yang sangat besar," katanya Xi.

China juga akan mempercepat upaya untuk modernisasi sistem industri, memberikan perlindungan kelembagaan lebih baik agar semua jenis badan usaha dapat merasakan manfaat pembangunan, dan mendorong titik pertumbuhan baru serta menciptakan lebih banyak ruang untuk pembangunan.

"Kami tetap berkomitmen untuk mengejar pembangunan dengan pintu terbuka. Kami akan terus memajukan keterbukaan berstandar tinggi dan semakin memperluas akses pasar," ungkap Xi.

China, menurut Xi, telah mengumumkan penghapusan semua tindakan pembatasan terhadap investasi asing di bidang manufaktur. Pemerintah China pun mengadakan berbagai pameran berskala internasional untuk memperluas keterbukaan China bagi negara lain.

Tidak ketinggalan, Xi juga mempromosikan Inisiatif Sabuk dan Jalur (Belt and Road Initiative) yang telah berjalan selama 10 tahun.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement