Senin 13 Nov 2023 17:41 WIB

Produksi Beras Turun, Mentan Minta Tambahan Rp 5,83 Triliun untuk Percepatan Tanam

Jika tidak ada upaya percepatan tanam, maka produksi tidak akan naik tahun depan.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Petani mengganti tanaman cabainya yang mati akibat suhu panas di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (24/10/2023). Suhu yang bisa mencapai 39 derajat celcius di siang hari di wilayah itu membuat sebagian tanaman cabai mati dan petani setempat menyiasatinya dengan menutup permukaan lahannya dengan tumpukan jerami padi untuk mengurangi penguapan.
Foto: Antara/Basri Marzuki
Petani mengganti tanaman cabainya yang mati akibat suhu panas di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (24/10/2023). Suhu yang bisa mencapai 39 derajat celcius di siang hari di wilayah itu membuat sebagian tanaman cabai mati dan petani setempat menyiasatinya dengan menutup permukaan lahannya dengan tumpukan jerami padi untuk mengurangi penguapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta tambahan anggaran untuk tahun ini dan tahun depan sebesar Rp 5,83 triliun untuk mempercepat masa tanam. Hal ini dilakukan untuk memitigasi penurunan produksi beras nasional imbas elnino.

"Persoalan cuaca, seperti elnino, kondisi geopolitik membuat produksi beras nasional kita menjadi menurun. Tahun ini saja hanya 30 juta ton hingga akhirnya kita butuh impor 3,5 juta ton," kata Amran di Komisi IV DPR RI, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

Amran pun mengatakan perlu ada langkah percepatan masa tanam dan penguatan kepada petani agar bisa memitigasi penurunan produksi di tahun depan.

Kata Amran, tahun depan jika tidak ada upaya percepatan tanam, maka produksi tidak akan naik dan akan berpotensi menambah impor hingga 5 juta ton.

"Padahal kebutuhan beras tahun depan diprediksi akan terus naik hingga 31 juta ton," kata Amran.

Salah satu refocusing anggaran yang diminta Amran, adalah sebesar Rp 934 miliar untuk ditjen tanaman pangan untuk penyediaan bibit benih padi dan jagung.

"Recofusing anggaran, untuk mendukung percepatan tanam untuk meningkatkan produksi beras dan jagung," kata Amran.

Sehingga total hingga tahun 2024 mendatang, Amran meminta tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 5,83 triliun untuk optimalisasi lahan rawan, insentif dan bimbingan teknis untuk percepat tanam.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement