Jumat 27 Oct 2023 21:55 WIB

KCIC Sebut 70 Persen Penumpang Turun di Stasiun Padalarang, Mau ke Mana Sih?

Kebutuhan penumpang saat ini lebih didominasi menuju Kota Bandung.

Petugas menunjukan aplikasi penjualan tiket WHOOSH pada aplikasi mobile saat menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas menunjukan aplikasi penjualan tiket WHOOSH pada aplikasi mobile saat menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut sebanyak 70 persen penumpang kereta cepat Whoosh memilih untuk turun di Stasiun Padalarang ketimbang melanjutkan ke stasiun akhir Tegalluar.

“Kalau persentase kurang lebih ya dari Halim itu sekitar 70 persen penumpang turun di Stasiun Padalarang, lalu sekitar 30 persen di Stasiun Tegalluar,” kata Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti saat ditemui di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10/2023).

Emir menjelaskan hal itu karena minat dari kebutuhan penumpang saat ini lebih didominasi menuju Kota Bandung. Terlebih, kata dia lagi, untuk akses menuju pusat kota sudah lebih mudah dengan kehadiran kereta pengumpan (feeder) menuju Stasiun Bandung.

Atas dasar itu, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk menambah rute perjalanan bus pengumpan ke pusat Kota Bandung dari Stasiun Tegalluar untuk menambah antusias masyarakat turun di stasiun tersebut.

 

“Jadi kita hadirkan bus pengumpan dari DAMRI menuju Stasiun Bandung dengan melewati Masjid Al Jabbar, Trans Studio Mall, ke arah Pasar Baru hingga Alun-Alun Bandung,” kata Emir.

Emir menambahkan layanan bus pengumpan saat ini telah menambah rute ke arah Jatinangor untuk menyasar kalangan mahasiswa untuk turun di Stasiun Tegalluar.

“Dari pihak DAMRI juga saat ini mulai menyediakan yang rute tujuan Jatinangor. Nah itu cocok itu untuk mahasiswa ke arah Jatinangor ada ITB hingga Unpad,” kata dia.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, pihaknya menghadirkan sajian kuliner di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar mulai 27 Oktober 2023 hingga 5 November 2023.

Emir menjelaskan, penumpang yang berada di Stasiun Tegalluar dapat menikmati sajian menarik dari 11 tenant yang ada. Tenant-tenant tersebut terdiri dari tenant makanan khas Bandung, makanan tradisional, merek ternama, hingga stan promosi.

“Jadi ketika penumpang hadir di stasiun tidak perlu langsung naik kereta, tapi bisa menikmati dulu kuliner yang ada di sini, baik yang mau berangkat ataupun yang baru tiba dari kereta cepat Whoosh,” katanya.

Adapun KCIC telah mencatat Kereta Cepat Whoosh berhasil menjual tiket sebanyak 58 ribu penumpang sejak penerapan tiket berbayar pada Selasa (17/10/2023).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement