Selasa 17 Oct 2023 17:14 WIB

IHSG Ditutup Positif Saat Saham Blue Chip Berguguran

Kenaikan IHSG ditopang sektor infrastruktur yang naik signifikan 7,55 persen.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,63 persen atau meningkat 43,32 poin ke level 6.939,61. Kenaikan IHSG ditopang sektor infrastruktur yang naik signifikan 7,55 persen. 

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham–saham yang mendominasi penguatan di antaranya GGRM, UNVR, KLBF, TPIA, dan INCO. Sedangkan saham–saham yang mendominasi penurunan di antaranya BBRI, MAPI, BBCA, GOTO, dan SRTG.

Baca Juga

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang bergerak menguat. Nikkei melonjak 1,20 persen dan Hang Seng naik 0,75 persen. 

"Hal ini dipengaruhi oleh optimisme para investor terhadap pergeseran sikap pejabat The Fed baru-baru ini yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan berakhir," kata Nico, Selasa (17/10/2023). 

 

Di sisi lain, investor juga masih meraba-raba dan mencoba menilai risiko terjadinya konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Presiden AS Joe Biden berencana mengunjungi Israel pada Rabu untuk memberikan dukungan serta membicarakan mengenai bantuan kemanusian untuk warga sipil di jalur Gaza.  

Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Selasa telah tiba di Beijing untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping dalam rangka menunjukkan kepercayaan dan kemitraan antara kedua negara. Hal ini sejalan dengan upaya China untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara lain guna mendukung proyek Belt and Road yang berfokus pada infrastruktur.

Sementara itu, ancaman krisis properti China masih menghantui para investor global. Selasa ini merupakan berakhirnya masa tenggang 30 hari keterlambatan pembayaran kupon obligasi Country Garden. Jika tidak membayarkan kuponnya, Country Garden dianggap gagal bayar sehingga memperluas risiko ancaman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement