Senin 16 Oct 2023 06:47 WIB

Windownesia Terapkan Sistem Kerja Sama yang Menguntungkan Bagi UMKM

Dufry merupakan ritel travel terbesar yang memiliki 5.000 toko di 70 bandara.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati (kiri) dalam konferensi pers mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati (kiri) dalam konferensi pers mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sarinah berhasil membuka toko ritel pertama bernama Windownesia di Bandara Perth, Australia. Sarinah menggandeng Dufry AG (Avolta) yang merupakan operator toko bebas bea terbesar di dunia untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar global.

"Ini menjadi gerakan di mana bisa memberikan peluang seluas-luasnya kepada para pelaku UMKM dan brand lokal untuk mulai hadir di pasar internasional," ujar Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati dalam konferensi pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

Baca Juga

Fetty menilai dukungan Dufry sangat penting dalam meningkatkan citra produk Indonesia di mata dunia. Fetty menyampaikan Dufry merupakan ritel travel terbesar yang memiliki 5.000 toko di 70 bandara atau hub transportasi dunia. 

"Kalau kita bisa bergandengan terus dengan Dufry ini luar biasa dampaknya dan ini sesuai dengan program pemerintah kalau sudah waktunya menaikkan kelas produk-produk UMKM dan membuat UMKM lebih hadir di mancanegara," ucap Fetty.

Fetty mengatakan model kerja sama dengan Dufry berlangsung selama lima tahun. Yang menarik, Fetty menyebut skema kerja sama sangat menguntungkan UMKM karena Dufry melakukan sistem beli putus produk UMKM. 

"Dufry sangat mendukung dengan membeli putus produk-produk UMKM. Jadi, produk kita yang dikirim ke luar negeri itu sudah diberi putus sudah dilunasi Dufry jadi tidak ada risiko harus dikirim balik ke Indonesia (kalau tidak laku), ini skemanya yang sangat menguntungkan buat UMKM," kata Fetty.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement