Senin 16 Oct 2023 07:08 WIB

Komitmen Erick Pacu Sarinah Buka Toko UMKM di Bandara Australia

Windownesia sejalan dengan arahan Erick agar UMKM dapat naik kelas.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati (kiri) dalam konferensi pers mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati (kiri) dalam konferensi pers mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Windownesia, sebuah toko ritel Indonesia pertama resmi hadir di Bandara Perth, Australia, pada 11 Oktober 2023. Terobosan ini merupakan inisiasi dari PT Sarinah yang bekerja sama dengan Dufry AG (Avolta), operator toko bebas bea terbesar di dunia dalam memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar global.

Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menyebut peran besar Menteri BUMN Erick Thohir di balik kehadiran Windownesia. Erick, ucap Fetty, terus mendorong Sarinah untuk membawa UMKM go global.  

Baca Juga

"Tentu lami mengucapkan terima kasih atas sebesar-besarnya kepada Pak Menteri BUMN Erick Thohir hingga akhirnya dapat melahirkan satu konsep yang sudah menjadi peta jalan dan juga sudah ada di rencana besar Sarinah," ujar Fetty dalam konferensi pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengenai Windownesia di Gedung Sarinah, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Fetty menyampaikan Windownesia sejalan dengan arahan Erick agar UMKM dapat naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Fetty menyampaikan Windownesia menyajikan sepuluh kategori produk unggulan seperti kopi hingga essensial oil. 

 

"Kategorinya tidak terlalu luas seperti dulu arahan dari Pak Menteri Erick bahwa kita ambil kategori atau brand yang memang unggulan di Indonesia, misalnya kopi luwak itu sangat dicari," ucap Fetty. 

Sarinah, lanjut Fetty, juga selektif dalam memilih produk UMKM yang dibawa ke Windownesia di Perth. Fetty mengaku Sarinah melakukan proses kurasi secara bertahap sebelum produk bisa dipasarkan di Windownesia. 

Fetty menyampaikan awalnya UMKM harus bisa masuk ke Sarinah, kemudian mendapat pendampingan agar bisa naik kelas ke area duty free Sarinah. Setelah mendapatkan perbaikan dari sisi kemasan hingga kualitas, baru produk UMKM tersebut bisa ikut tampil di Windownesia. 

"Seleksinya tentu sangat selektif. Jadi UMKM juga merasa selalu ruang untuk meningkatkan diri dan berkembang," kata Fetty.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement