Kamis 12 Oct 2023 16:49 WIB

Pertagas Niaga Suplai CNG untuk Industri Keramik Jawa Tengah

PTGN mengelola 50 portofolio CNG di Pulau Jawa atau setara ± 6BBTUD.

PT Pertagas Niaga (PTGN) menyuplai Compressed Natural Gas (CNG) untuk PT Citra Cesyndo San (PT CCS).
Foto: Dok. PGN
PT Pertagas Niaga (PTGN) menyuplai Compressed Natural Gas (CNG) untuk PT Citra Cesyndo San (PT CCS).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertagas Niaga (PTGN) selaku afiliasi Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk menyuplai Compressed Natural Gas (CNG) untuk PT Citra Cesyndo San (PT CCS) yang merupakan produsen keramik sanitari di Jawa Tengah. Pengaliran pertama atau gas in CNG dilaksanakan pada Ahad lalu, di metering station PT CCS di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri Manajemen PTGN dan Manajemen PT CCS.

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PTGN dengan PT CCS telah ditandatangani Desember tahun lalu untuk penyerapan CNG sebesar 0.08 BBTUD selama satu tahun pertama. President Director PTGN Aminuddin mengatakan bahwa penyediaan CNG untuk PT CCS menambah portofolio PTGN di wilayah Jawa Tengah dan menjadi pemacu bagi PTGN untuk terus memperluas pasar CNG ke berbagai wilayah lain di Indonesia. 

Baca Juga

Saat ini, PTGN mengelola 50 portofolio CNG di Pulau Jawa atau setara ± 6BBTUD, 33 di antaranya berada di Jawa Tengah dengan jangkauan konsumen dari sektor industri tekstil, jamu, juga makanan dan minuman.

“Kami berterima kasih kepada CCS telah mempercayakan PTGN untuk menyuplai energi gas bumi. Tentunya kami sangat mendukung tujuan baik industri, dalam hal ini CCS untuk menggunakan energi yang ramah lingkungan. Ini sejalan juga dengan komitmen ESG Holding Migas Pertamina untuk ikut mengurangi emisi karbon. PTGN senantiasa menjaga agar pasokan tetap terjaga aman, sehingga akan industrI-industri lain di Jawa Tengah bisa mengikuti CCS untuk menggunakan CNG,” ujar Aminuddin, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/10/2023).

 

PT CCS  telah beroperasi sejak tahun 2001 dengan menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi dalam kegiatan produksinya. Namun, kini PT CCS mulai beralih memanfaatkan CNG karena dinilai lebih ramah lingkungan dan handal sesuai dengan kebutuhan PT CCS sebagaimana dituturkan Lanny Setyawati, Direktur Utama PT CCS. 

"Saat ini permintaan konsumen akan produk kami semakin meningkat, dan demand ini tidak mungkin kami penuhi dengan penggunaan klin atau oven berbahan bakar minyak. Sehingga kami berinovasi dan mulai menggunakan klin berbahan bakar CNG yang mampu mengoptimalkan kapasitas produksi kami karena panas yang dihasilkan lebih merata dan stabil,” ujar Lanny.

PT CCS saat ini menyuplai keramik sanitari ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan kawasan industri di Timur Indonesia. Dengan volume penyaluran CNG 50.000 m³/bulan, PT CCS berpotensi mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen per tahun dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 50 persen dan tentunya meningkatkan pendapatan.

"PTGN akan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dan produk turunannya sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan energi bagi industri, fasilitas umum, UMKM serta masyarakat Indonesia. Sehingga bersama-sama kita bisa berperan aktif dalam transisi energi menuju Net Zero Emission 2060," kata Aminuddin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement