Jumat 15 Sep 2023 06:03 WIB

Bangkit Dari Rugi, AP II Cetak Laba Bersih Semester I 2023 Rp 431,5 Miliar

PT Angkasa Pura (AP) II pada semester I 2023 berhasil mencetak laba bersih.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Robot pintar Butet membersihkan lantai di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II) pada Jumat (1/9/2023).
Foto: Antara/FransiscoCarollio
Robot pintar Butet membersihkan lantai di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II) pada Jumat (1/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Angkasa Pura (AP) II pada semester I 2023 berhasil kembali meraih laba bersih sejak pandemi. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AP II Hilda Savitri mengatakan, pada semester I 2023 AP II mencetak laba bersih Rp 431,53 miliar. 

“Angka itu berbanding terbalik dari sebelumnya rugi bersih Rp 821,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” kata Hilda dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (14/9/2023). 

Baca Juga

Lalu untuk pendapatan, sepanjang Januari-Juni 2023, pendapatan AP II tercatat Rp 5,72 triliun. Hilda menuturkan, angka tersebht naik sekitar 63 persen dibandingkan dengan Januari-Juni 2022 sebanyak Rp 3,50 triliun. 

AP II juga dinilai memiliki profil risiko keuangan dan operasional yang semakin kuat. Sejalan dengan hal tersebut, Pefindo menaikan peringkat AP II dan obligasinya menjadi idAAA dari sebelumnya idAA+.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan semakin kuatnya profil keuangan dan operasional tersebut tidak lepas dari keberhasilan AP II dalam menghadapi tantangan pandemi. “Naiknya peringkat AP II dan obligasi menjadi idAAA ini sekaligus mengkonfirmasi keberhasilan program yang dijalankan,” ungkap Awaluddin. 

Awaluddin menjelaskan, AP II berhasil bertahan serta pulih di tengah pandemi dan kini tengah menjalani pertumbuhan bisnis dan operasional. Menurutnya, lebih tingginya target penumpang juga sejalan dengan status pandemi yang dicabut pada 21 Juni 2023. 

Dalam laporannya, Pefindo juga menyatakan prospek peringkat AP II adalah stabil. “Peringkat tersebut mencerminkan dukungan pemerintah yang kuat kepada AP II karena pentingnya peran bandara, posisi kompetitif Perusahaan yang kuat sebagai operator bandara terbesar di Indonesia, dan margin profit yang kuat,” tulis Pefindo dalam laporannya.

Kenaikan tersebut mencerminkan profil risiko keuangan APIA yang semakin kuat seiring dengan kemampuan Perusahaan dalam memperoleh pinjaman sebesar Rp 2 triliun berjangka waktu delapan tahun. Pinjaman tersebut untuk belanja modal dan melunasi utang eksisting termasuk Obligasi Berkelanjutan I 2018 seri B APIA senilai Rp 550 miliar yang jatuh tempo pada 12 Desember 2023.

AP II juga melakukan reprofiling kredit modal kerja yang seharusnya jatuh tempo pada 2023 menjadi pinjaman lima tahun. Petindo memandang inisiatif tersebut dapat memitigasi risiko pembiayaan kembali utang secara substansial menyesuaikan dengan potensi pemulihan bisnis.

Selain itu, aspek operasional di bandara-bandara AP II juga semakin tangguh di mana jumlah pergerakan penumpang yang dilayani di 20 bandara pada semester I 2023 mencapai 38,7 juta penumpang. Hal itu menandakan tingkat pemulihan sebesar 90 persen dari realisasi saat belum ada pandemi Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement