Sabtu 09 Sep 2023 22:26 WIB

Mulai Pekan Depan, ID Food Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Rawan Stunting

ID Food mendistribusikan bantuan ayam dan telur kepada 1,4 juta KRS.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang menata telur ayam di salah satu kios di Pasar Kebayoran, Jakarta, Senin (3/7/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata telur ayam di salah satu kios di Pasar Kebayoran, Jakarta, Senin (3/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding BUMN pangan atau ID Food siap menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendistribusikan bantuan ayam dan telur kepada 1,4 juta keluarga risiko stunting (KRS). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan distribusi ini akan dilakukan secara serentak pada Senin (11/9/2023) bersamaan dengan peluncuran bantuan beras Bulog kepada 21,3 juta KPM.

"Saya titip pesan, Pak Dirut ID Food ditugaskan Bapanas melalui Menteri BUMN Erick Thohir, beliau sudah menyetujui, ini perintah dari Bapak Presiden untuk memberikan kepada 1,4 juta KRS," ujar Arief saat sidak ketersediaan beras SPHP di ritel modern di Lottemart Wholesale Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023).

Baca Juga

Direktur Utama ID Food Frans Tambunan menyampaikan kesiapan perusahaan untuk menjalankan penugasan tersebut. Frans menyampaikan bantuan ini merupakan distribusi tahap II untuk tujuh provinsi seperti Sumut, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTT dan Sulawesi Barat, jumlah 1,4 juta keluarga rawan stunting.

"Nanti serempak distribusinya dengan beras pada Senin sampai tiga bulan ke depan," ucap Frans.

Frans menyampaikan ID Food dan Bapanas melihat program ini juga akan membantu para peternak mandiri. Pasalnya, para peternak mandiri mengalami penurunan harga hingga empat kali dalam satu tahun.  

"Harapan kami dengan program ini mereka mendapat kepastian offtake yang mana BUMN hadir sebagai offtaker dan itu kita kembali salurkan untuk program bantuan pangan kepada keluarga rawan stunting," kata Frans.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement