Sabtu 02 Sep 2023 19:55 WIB

Dua BUMN Berkolaborasi Kembangkan Jakarta Integrated Green Terminal

Pelindo mengambil bagian dalam upaya meningkatkan ketahanan energi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Foto: ANTARA /Aprillio Akbar
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengambil bagian dalam upaya meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Hal itu dilakukan dengan menjalin kesepakatan bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) mengenai sinergi rencana kerja sama pengembangan Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT) di Terminal Kalibaru.  

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh CEO PIS Yoki Firnandi dan Direktur Strategi Pelindo Prasetyo. Penandatanganan juga dihadiri Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono. 

Baca Juga

Kartika menyebut, JIGT Kalibaru merupakan mega proyek infrastruktur yang menjadi bukti komitmen pemerintah terkait transisi energi. "Terminal ini tidak hanya untuk ketahanan energi nasional tapi juga untuk energi yang berkelanjutan ke depan,” kata Kartika dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (2/9/2023).

JIGT, kata Kartika, juga diyakini bisa mendorong daya saing indeks logistik Indonesia di kancah global. Terlebih, pengembangan dilakukan dengan teknologinya yang supermodern dan terdigitalisasi.

"JIGT juga merupakan pembuktian Indonesia untuk proyek infrastruktur logistik berstandar internasional yang ke depannya bisa mendorong indeks performa logistik Indonesia,” jelas Kartika.  

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono mengunhkapkan kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perjanjian induk yang telah ditandatangani sebelumnya. Hal itu sebagai perwujudan nyata sinergi antarperusahaan BUMN.  

“Meningkatkan ketahanan energi Indonesia perlu menjadi perhatian bersama, untuk itu Pelindo dan Pertamina mengambil bagian pada peningkatan infrastruktur energi dalam hal ini pengembangan Jakarta Integrated Green Terminal guna menunjang hal tersebut,” ungkap Arif. 

JIGT akan menjadi pintu gerbang ekosistem perdagangan energi atau energy trading melalui koridor Singapura-Indonesia yang memiliki alur perdagangan global untuk minyak dan LNG. Hal tersebut akan memberikan nilai yang optimum untuk mengembangkan potensi bisnis ke depannya dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional. 

“JIGT akan mengadopsi  konsep ramah lingkungan. Dalam kolaborasi ini, Pelindo akan fokus pada layanan kepelabuhanan untuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek JIGT ini yang sudah ditunggu oleh pemerintah.” ungkap Arif. 

CEO Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi mengungkapkan saat ini kebutuhan energi semakin tinggi dan dinamis. Yoki menilai, hal itu membutuhkan kehadiran terminal energi baru untuk mendukung Plumpang.

"JIGT Kalibaru akan hadir untuk menjawab kebutuhan energi tersebut, sekaligus bukti komitmen transisi dan bauran energi," ucap Yoki.

Yoki menejelaskan, kapasitas penampungan bisa mencapai hingga 6,3 juta barel untuk memenuhi kebutuhan energi area Jabodetabek dengan potensi peningkatan untuk ketersediaan bahan bakar di masa depan. Yoki memastikan, pengembangan JIGT akan disertai dengan penerapan teknologi modern terkini, sistem yang terdigitalisasi, dan automasi yang memastikan operasional terminal lebih safety serta efisien.

Dilansir dari World Energy Council 2021, ketahanan energi Indonesia menempati peringkat ke-58 dari 127 negara yang didasarkan pada empat indikator. Keempat indokator tersebut yakni ketersediaan sumber energi, kemudahan akses, keterjangkauan harga dan pasokan, serta penggunaan energi ramah lingkungan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement