Jumat 01 Sep 2023 10:21 WIB

Agustus 2023 Terjadi Deflasi 0,02 Persen, Ini Penyebabnya

Inflasi secara year to date Agustus 2023 sebesar 1,43 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Selasa (8/8/2023) (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Selasa (8/8/2023) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2023 secara bulanan terjadi deflasi. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan pada periode tersebut terjadi deflasi secara bulanan dan inflasi secara tahunan.

"Pada Agustus 2023 terjadi deflasi sebesar 0,02 persen secara bulan ke bulan atau terjadi penurunan IHK dari 115,24 pada Juli 2023 menjadi 115,22 pada Agustus 23," kata Pudji dalam konferensi pers, Jumat (1/9/2023).

Baca Juga

Sementara itu, Pudji menuturkan pada Agustus 2023 terjadi inflasi secara tahunan sebesar 3,27 persen. Lalu inflasi secara year to date Agustus 2023 sebesar 1,43 persen.

"Penyumbang deflasi bulanan terbesar pada Agustus 2023 itu makanan dan minuman serta tembakau dengan deflasi 0,25 persen dan andilnya sebesar 0,07 persen," ucap Pudji.

 

Pudji merinci, komoditas yang menyumbang deflasi pada bulan ini yakni daging ayam ras dengan andil deflasi 0,07 persen. Begitu juga dengan bawang merah yang memiliki andil 0,05 persen dan telur ayam ras deflasi 0,02 persen.

Dia menambahkan, deflasi juga terjadi pada ikan segar dan angkutan udara serta kacang panjang. Semua komoditas tersebut memiliki andil deflasi sebesar 0,1 persen.

Pudji mengungkapkan, dari 90 kota IHK, terdapat 46 kota yang mengalami deflasi. Selain itu juga terdapat 44 kota diantaranya mengalami deflasi lebih dalam dari deflasi nasional.

Sementara itu, penyumbang utama inflasi Agustus 2023 secara tahunan yaitu kelompok transportasi dengan andil 1,18 persen. "Komoditas penyumbang utama inflasi tahunan diantaranya adalah bensin, beras, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, dan tarif angkutan dalam kota," kata Pudji. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement