Senin 05 Jan 2026 10:00 WIB

Gejolak di Venezuela, IHSG Justru Bergerak Menguat

IHSG dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.778,73.

Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/1/2026) pagi bergerak menguat di tengah sentimen terjadinya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. IHSG dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.778,73. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.

“IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun jika terjadi kenaikan harga minyak mentah dan emas, diperkirakan akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi dan komoditas terkait,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca Juga

Dari mancanegara, AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicola Maduro bersama istrinya untuk didakwa di New York atas tuduhan terorisme dan narkoba.

Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan mengendalikan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan, serta menyatakan perusahaan AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki struktur minyak di negara tersebut.

Ratna mengatakan bahwa eskalasi ketegangan politik global akibat serangan AS ke Venezuela akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar pada pekan ini, yang mana dikhawatirkan investor akan menghindari aset yang berisiko dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman seperti dolar AS dan emas.

"Di sisi lain, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi dari AS, seperti data tenaga kerja, manufaktur, serta michigan consumer confidence," ujar Ratna.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis data-data ekonomi selama pekan ini, di antaranya data inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan consumer confidence.

Pada perdagangan Jumat (02/01) pekan kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,93 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,20 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,20 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,56 persen.

Sementara itu, bursa AS di Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Jumat (02/01), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,66 persen ditutup di level 48.382,39, indeks S&P 500 menguat 0,19 persen ke level 6.858,47, indeks Nasdaq Composite melemah 0,403 persen ditutup di 23.253,63.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.374,02 poin atau 2,73 persen ke 51.704,00, indeks Shanghai menguat 27,17 poin atau 0,68 persen ke 3.995,37, indeks Hang Seng menguat 23,03 poin atau 0,08 persen ke 26.385,00, dan indeks Strait Times menguat 24,12 poin atau 0,51 persen ke 4.679,02.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement