Selasa 22 Aug 2023 18:37 WIB

Jokowi Ingin Tingkatkan Investasi di Sektor Pengelolaan Gas Alam Tanzania

Jokowi mengatakan keinginan Indonesia untuk meningkatkan investasinya di Tanzania.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
 Presiden Joko Widodo bersama Presiden Samia Suluhu Hassan berjalan berdampingan menuju Kikwete Hall, Dar Es Salaam State House, Dar Es Salaam, Republik Persatuan Tanzania, pada Selasa, (22/8/2023).
Foto: dok. Laily Rachev - Biro Pers
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Samia Suluhu Hassan berjalan berdampingan menuju Kikwete Hall, Dar Es Salaam State House, Dar Es Salaam, Republik Persatuan Tanzania, pada Selasa, (22/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania, Samia Suluhu Hassan, di Tanzania, Selasa (22/8/2023). Dalam pernyataan pers bersama, Jokowi mengatakan keinginan Indonesia untuk meningkatkan investasinya di Tanzania, termasuk dalam pengelolaan blok gas Mnazi Bay oleh BUMN Indonesia serta dalam pengelolaan gas alam menjadi bahan kimia dan pupuk.

“Indonesia ingin meningkatkan investasi di Tanzania termasuk pengelolaan blok gas Mnazi Bay oleh BUMN Indonesia serta pengelolaan gas alam menjadi bahan kimia dan pupuk,” kata Jokowi.

Baca Juga

Ia menyebut, kerja sama tersebut sangat strategis dan bisa memperkokoh kerja sama antar negara berkembang. Jokowi pun mengusulkan dibentuknya bilateral investment treaty untuk menjamin perlindungan dan kelangsungan investasi kedua negara. Selain itu, lanjut Jokowi, Indonesia juga mendorong pembentukan preferential trade agreement (PTA) untuk mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara. Nilai perdagangan kedua negara saat ini mengalami peningkatan yakni sebesar 20,7 persen pada 2022.

“Indonesia mendorong dibentuknya preferential trade agreement untuk semakin mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara yang tahun 2022 naik 20,7 persen," ujar dia.

Indonesia juga akan melakukan pembicaraan lebih lanjut untuk mewujudkan kolaborasi konkret dengan Afrika. Indonesia, kata Jokowi, saat ini tengah merampungkan grand design pembangunan lima tahun ke depan untuk Afrika.

“Salah satunya melalui rencana revitalisasi farmer agriculture and rural training center di Morogoro Tanzania," kata Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement