Selasa 22 Aug 2023 11:30 WIB

Semester I, Adaro Mineral Bukukan Laba Bersih 168,4 Juta Dolar AS

Pendapatan Adaro Minerals mencapai 463,6 juta dolar AS.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Presiden Direktur PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Christian Ariano Rachmat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Presiden Direktur PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Christian Ariano Rachmat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semester pertama tahun ini, PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) mencatatkan laba inti sebesar 168,4 juta dolar AS. Laba ini diperoleh dari pendapatan usaha selama semester pertama tahun ini yang mencapai 463,6 juta dolar AS.

Presiden Direktur Adaro Mineral, Christian Ariano Rachmat, menjelaskan perusahaan berusaha untuk menjaga kinerja keuangan maupun operasional perusahaan baik pada tahun ini. Pengembangan pasar batu bara metalurgi Indonesia menjadi fokus perusahaan.

Baca Juga

"Operasi batu bara metalurgi paruh pertama 2023 (1H23) yang baik telah menempatkan perusahaan pada posisi yang baik untuk mencapai target volume tahunan. Kami terus mengembangkan pasar bagi batu bara metalurgi Indonesia, dan tanggapan dari para pelanggan membuat kami yakin akan prospek pertumbuhan," ujar Ario, Selasa (22/8/2023).

Total volume produksi ADMR pada semester I tahun ini mencapai 2,54 juta ton dengan rata rata penjualan sebesar 1,82 juta ton. Realisasi produksi ini naik 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

 

Sedangkan penjualan tumbuh 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Produk batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi terus diminati oleh produsen baja di pasar-pasar utama seperti Jepang, China, India dan Korea Selatan," ujar Ariano.

Adaro Minerals juga telah merealisasikan investasi sebesar 42,9 juta dolar AS untuk pengembangan proyek infrastruktur di tambang dan konstruksi smleter aluminium di bawah PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Ariano menjelaskan dalam mendukung semangat hilirisasi tambang di Indonesia, perusahaan terus melakukan pengembangan dan pembangunan rencana hilirisasi perusahaan. Langkah ini sekaligus mampu menumbuhkan peluang bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

"Kami juga berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia melalui smelter aluminium, yang telah mendapatkan pemenuhan keuangan dalam kuartal ini. Kami menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab," ujar Ariano.

Proyek peningkatan infrastruktur ini, kata Ariano, akan mendukung pencapaian target perusahaan dalam peningkatan produksi hingga 6 juta ton per tahun. Konveyor pemuatan tongkang kedua akan meningkatkan kapasitas muat dan meningkatkan kemampuan memenuhi komitmen pengiriman.

"Peningkatan ini akan memberikan kondisi yang baik untuk memenuhi pertumbuhan produk batu bara metalurgi sesuai perkiraan," ujar Ariano.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement