Senin 21 Aug 2023 21:19 WIB

Indonesia Undang UN-Habitat Hadir ke World Water Forum 2024 di Bali

Wilayah Indonesia baru 19 persen terlayani oleh jaringan perpipaan air bersih.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Warga membawa air yang diambil dari sumur di Kampung Ciketuk, Sinarjati, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, Senin (31/7/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Warga membawa air yang diambil dari sumur di Kampung Ciketuk, Sinarjati, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, Senin (31/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia selaku tuan rumah World Water Forum ke-10 di Bali tahun 2024 mengundang Program Pemukiman Manusia PBB atau United Nations for Human Settlements Programme (UN–Habitat) untuk turut berperan aktif dalam forum terbesar dalam bidang Sumber Daya Air (SDA) tersebut. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Executive Director of UN HABITAT Maimunah Mohd Sharif dalam UN Water Conference di New York pada Maret 2023 lalu.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja saat melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan UN-Habitat di Stockholm, Swedia, Senin (21/8/2023) seperti dikutip dari Siaran Pers.

Baca Juga

"Kami mengundang UN-Habitat untuk hadir dalam World Water Forum ke-10 di Bali untuk menyusun agenda dan membentuk working group, khususnya pada subtema kedua, yakni water security,” ujarnya. 

 

Lebih lanjut, Endra mengatakan, pertemuan ini bertujuan menjajaki potensi dukungan dan keterlibatan UN-Habitat dalam World Water Forum ke-10 di Bali karena isu air sangat berkaitan dengan sektor permukiman dan perumahan, khususnya penyediaan air bersih dan sanitasi. 

"Dengan network yang luas, UN-Habitat dapat berperan nyata dalam World Water Forum ke-10 di Bali serta memberikan hasil konkret seperti komitmen dan kerja sama antarnegara dalam bentuk MoU atau joint cooperation dengan Pemerintah Indonesia," kata Endra. 

Deputi Sarana Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ervan Maksum yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, masalah penyediaan air bersih masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Indonesia. 

"Wilayah Indonesia baru 19 persen terlayani oleh jaringan perpipaan air bersih. Dibutuhkan strategi dan mekanisme yang efektif dalam pengelolaan air bersih antara pemerintah dan swasta," kata Ervan. 

Sementara itu, Chief Urban Basic Services UN-Habitat Andre Dzikus menyambut baik undangan tersebut dengan mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Bali tahun 2024. 

"Perlu platform nasional bagi Indonesia dan juga platform kerjasama antara Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Laos, Vietnam, dan lain-lain,” ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement