Selasa 15 Aug 2023 23:58 WIB

ASEAN Investment Forum Tarik Investor ke IKN 

Untuk tahap pertama, investasi di IKN diarahkan pada sektor properti

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini ajang ASEAN Investment Forum pada 2 September 2023 akan menarik investor ke Ibu Kota Nusantara (IKN). ASEAN Investment Forum merupakan side event dengan beberapa pameran yang digelar Kementerian Investasi dan menjadi bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta.

"Khusus untuk IKN, kami akan menyiapkan tempat khusus di dalam pameran nanti agar para calon investor bisa secara langsung berkomunikasi dengan Otoritas IKN (OIKN) maupun dengan para pelaku usaha," kata Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, saat Konferensi Pers Road to ASEAN SUMMIT 2023 dengan tema Peluang Investasi melalui KTT ke-43 ASEAN”, Selasa (15/8/2023) yang digelar secara daring dari Jakarta.

Untuk mendorong hal tersebut Kementerian Investasi/BKPM terus bekerja sama erat dengan instansi terkait khususnya Kementerian Koordinator Bidang perekonomian (Kemenko Perekonomian) serta OIKN. Kementerian Investasi, katanya adalah salah satu lembaga yang ditugaskan untuk menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kemudahan insentif di IKN, dan itu pekerjaan kami dan telah selesai. Ini tentu menjadi salah satu modal untuk menarik investasi ke IKN.

"Alhamdulillah, kami telah menerima dan memfasilitasi calon-calon investor, khususnya dari Singapura dan Malaysia untuk site visit langsung ke IKN supaya lebih meyakinkan calon investor," ujarnya.

 

Untuk tahap pertama, investasi di IKN diarahkan pada sektor properti, misalnya pembangunan gedung. Bagi investor akan diberikan kemudahan dan insentif. 

"IKN tentunya akan menjadi Ibu Kota yang ramah lingkungan, karenanya penekanan dalam menanamkan modal di IKN akan berorientasi pada keramahan lingkungan," katanya.

Pada keketuaannya yang keempat kali di ASEAN, Indonesia fokus meletakkan landasan untuk kerja sama negara-negara ASEAN yang sifatnya strategis di masa depan. Untuk mencapai hal tersebut Indonesia akan mengawal dan memastikan kelembagaan ASEAN yang kuat dan kokoh dengan berbagai mekanisme kerjanya. Termasuk bagaimana memperkuat sumber daya ASEAN. 

Sebelumnya, dalam pelaksanaan KTT ke-42 ASEAN yang berlangsung pada 10-11 Mei 2023, di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah hasil telah dicapai.

Di antaranya mendorong negara Kawasan lebih mendahulukan kepentingan rakyat, termasuk pelindungan pekerja migran dan korban perdagangan manusia, termasuk penindakan terhadap pelaku-pelaku utama Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Negara-negara ASEAN sepakat untuk tidak memberikan toleransi terhadap pencederaan nilai-nilai kemanusiaan di Myanmar. Negara ASEAN sepakat untuk terlibat dengan semua pemangku kepentingan sesuai dengan mandat Lima Poin Kesepakatan. 

Kesepakatan lainnya adalah penguatan kerja sama ekonomi. Negara ASEAN sepakat untuk membangun ekosistem mobil listrik dan menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia sehingga menjadikan hilirisasi industri sebagai kunci. Selain itu, negara-negara ASEAN juga sepakat untuk memperkuat implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antarnegara. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement