Senin 07 Aug 2023 15:44 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Didominasi di Pulau Jawa

Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa berkontribusi 57 persen pada kuartal II 2023.

Rep: Rahayu Subekti / Red: Friska Yolandha
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ekonomi Indonesia secara spasial pada kuartal II 2023 terlihat menunjukkan penguatan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ekonomi Indonesia secara spasial pada kuartal II 2023 terlihat menunjukkan penguatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ekonomi Indonesia secara spasial pada kuartal II 2023 terlihat menunjukkan penguatan. Hal tersebut bahkan terjadi di beberapa wilayah, tapi Pulau Jawa masih mendominasi.

"Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi kontributor utama ekonomi nasional dengan peranan sebesar 57,27 persen dan mencatat laju pertumbuhan sebesar 5,18 persen secara tahunan," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers, Senin (7/8/2023).

Baca Juga

Sementara di Pulau Sumatra memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 21,94 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,32 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 7,13 persen. Lalu, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,77 persen serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,57 persen.

Edy menjelaskan, ekonomi Indonesia kuartal II 2023 dibandingkan periode yang sama pada 2022 terlihat meningkat pada semua kelompok pulau. "Kelompok Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan secara tahunan tertinggi sebesar 6,64 persen," ujar Edy.

Lalu, diikuti Pulau Maluku dan Papua sebesar 6,35 persen dan Pulau Kalimantan sebesar 5,56 persen. Selanjutnya, Pulau Jawa sebesar 5,18 persen, Pulau Sumatra sebesar 4,90 persen, dan Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh sebesar 3,01 persen.

Khusus di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, memiliki daerah satu-satunya yang pertumbuhan ekonominya terkontraksi yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) Pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat minus 0,48 persen.

Edy menuturkan, pertumbuhan ekonomi secara tahunan di NTB terkontraksi pada kuartal II 2023 karena adanya penurunan aktivitas pertambangan dan penggalian. 'Ini khususnya untuk produksi tembaga serta aktivitas pertanian, kehutanan dan perikanan khususnya produksi padi," kata Edy.

BPS mencatat, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku kuartal II 2023 mencapai Rp 5.226,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 3.075,7 triliun. Ekonomi Indonesia pada kuartal II dibandingkan kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,86 persen.

Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2023 terhadap periode yang sama pada 2022 juga tumbuh sebesar 5,17 persen. Sementara itu, ekonomi Indonesia semester I 2023 terhadap periode yang sama pada 2022 tumbuh sebesar 5,11 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement