Kamis 03 Aug 2023 08:51 WIB

Dolar AS Menguat Setelah Fitch Turunkan Peringkat Kredit AS

Indeks dolar terangkat 0,28 persen.

Mata uang Inggris dan AS.
Foto: EPA-EFE/TOLGA AKMEN
Mata uang Inggris dan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 3/8/2023 pagi WIB), yang didorong oleh imbal hasil obligasi AS jangka panjang yang lebih tinggi, meskipun Fitch menurunkan peringkat surat utang negara AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, terangkat 0,28 persen menjadi 102,5877 pada akhir perdagangan.

Baca Juga

Fitch memangkas peringkat kredit AS dari AAA menjadi AA+ pada Selasa (1/8/2023), mengutip perkiraan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan serta beban utang pemerintah umum yang tinggi dan terus bertambah. Itu telah menempatkan peringkat pada pengawasan untuk kemungkinan pemotongan pada Mei. 

Dengan keputusan pada Selasa (1/8/2023), Fitch bergabung dengan S&P dalam memberi peringkat Amerika Serikat satu tingkat di bawah peringkat terkuat, tetapi Moody's, anggota lain dari tiga perusahaan pemeringkat besar Amerika, masih memberi negara itu penilaian tertinggi. Dua perusahaan yang lebih kecil, Kroll Bond Rating Agency dan DBRS Morningstar, juga mempertahankan peringkat AAA pemerintah AS.    

Penurunan peringkat Fitch menimbulkan kekhawatiran, tetapi pasar bereaksi dengan tenang, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang naik pada Rabu (2/8/2023) setelah data ketenagakerjaan swasta yang kuat dan pengumuman pengembalian utang pemerintah AS yang jatuh tempo. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik menjadi 4,077 persen dari 4,048 persen pada Selasa (1/8/2023).

Investor juga fokus pada data ekonomi yang positif. Perusahaan sektor swasta AS menambahkan jauh lebih banyak pekerjaan dari yang diharapkan pada Juli, didorong lebih tinggi oleh ledakan pekerjaan rekreasi dan perhotelan, perusahaan pemrosesan penggajian ADP melaporkan Rabu (2/8/2023).    

Perolehan pekerjaan untuk bulan tersebut mencapai 324.000, didorong oleh lonjakan 201.000 di hotel, restoran, bar, dan bisnis afiliasi, yang jauh di atas ekspektasi. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0943 dolar AS dari 1,0974 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2721 dolar AS dari 1,2772 dolar AS.

Dolar AS dibeli 143,2550 yen Jepang, lebih rendah dari 143,3900 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8772 franc Swiss dari 0,8755 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3342 dolar Kanada dari 1,3291 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,7123 krona Swedia dari 10,6123 krona Swedia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement