Kamis 22 Jun 2023 08:27 WIB

Ini Cara Tepat Ucapkan QRIS Menurut Pakar Bahasa Indonesia 

Pengucapan QRIS sempat menjadi perdebatan di Indonesia.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ahmad Fikri Noor
Seorang karyawan bertransaksi menggunakan QRIS.
Foto: Republika/Prayogi.
Seorang karyawan bertransaksi menggunakan QRIS.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pengucapan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard sempat menjadi perdebatan di Indonesia. Sebagian masyarakat membacanya dengan “kyuris”, sebagian menyebutnya dengan “kris”, “kiris”, hingga “keris“. 

Merujuk kondisi tersebut, bagaimana seharusnya QRIS dibaca menurut ejaan yang benar? Menanggapi fenomena ini, dosen Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sudjalil memberikan penjelasannya. 

Baca Juga

Menurut dia, dalam kaidah bahasa Indonesia, ada pengucapan yang lazim. Namun, ada pula pengucapan lafal baku yang sesuai dengan hurufnya. “Jadi, kalau QRIS dibacanya ya ‘kris’ bukan ‘kyu ar’ atau yang lainnya,” katanya, Kamis (22/6/2023).

Sujadlil menjelaskan, bahasa Indonesia memiliki pemendekan pengucapan kata yang memiliki kaidah fonologis. Adapun QRIS muncul dari sebuah singkatan bahasa Inggris. Meskipun begitu, cara membaca singkatan tersebut harus sesuai pelafalan huruf di bahasa Indonesia.

Ia tidak menampik ada banyak orang yang salah melafalkan penyebutan. Apalagi, bahasa Indonesia memang memiliki banyak kata serapan dari bahasa asing. Misalnya, kata target yang banyak orang melafalkannya dengan ‘tarjet’. Lalu ‘manajemen’ yang sering kali dibaca ‘menejemen’. Hal ini termasuk juga AC yang dibaca ‘ase’ padahal seharusnya ‘ace’.

Menurut dia, pelafalan bahasa Indonesia harus diucapkan dalam kaidah bahasa Indonesia pula. Kebanyakan orang hanya mengikuti kefamiliaran penyebutan kata tanpa tahu mana yang benar dan mana yang salah. 

Ia menilai ada pelafalan yang salah tetapi sering kali digunakan karena sudah telanjur dipakai secara luas di masyarakat. Ada pula penyebutan yang benar, tetapi tidak digunakan. Hal ini karena dinilai kurang cocok dan kurang enak didengar.

Adapun terkait QRIS, kata dia, yang serupa adalah cara baca IQ. Menurut dia, pengucapan yang tepat itu ‘iki’ bukan ‘ai-kyu’. Begitu juga, dengan QRIS yang cara bacanya adalah ‘kris’.

Dia mengatakan, memang perlu diucapkan dan digunakan agar familiar. Tidak jarang penyebutan yang benar ditertawakan oleh orang-orang sekitar. "Padahal itu yang benar,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement