Kamis 15 Jun 2023 07:10 WIB

Dolar AS Melemah karena Fed Hentikan Kenaikan Suku Bunga

Fed memperkirakan ekonomi akan tumbuh 1 persen pada 2023.

Petugas penukaran mata uang menyortir dolar AS dan rupee Pakistan di tokonya di Karachi, Pakistan, 12 Januari 2023. Dolar melemah usai Fed pertahankan suku bunga.
Foto: EPA-EFE/SHAHZAIB AKBER
Petugas penukaran mata uang menyortir dolar AS dan rupee Pakistan di tokonya di Karachi, Pakistan, 12 Januari 2023. Dolar melemah usai Fed pertahankan suku bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (14/6/2023), karena Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada 5,00-5,25 persen di akhir pertemuan Juni. Ini sejalan dengan ekspektasi. 

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,07 persen menjadi 103,2667 pada akhir perdagangan, setelah mencapai posisi terendah empat minggu di awal sesi. "Mempertahankan kisaran target stabil pada pertemuan ini memungkinkan komite untuk menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

The Fed juga memproyeksikan ekonomi tumbuh 1,0 persen tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan 0,4 persen pada Maret. Perkiraan pertumbuhan PDB untuk tahun 2024 diturunkan sebesar 0,1 poin persentase menjadi 1,1 persen.

Dalam komentar pembukaan pada konferensi persnya, Ketua Fed Powell mengatakan bahwa "hampir semua" pembuat kebijakan "berharap akan tepat untuk menaikkan suku bunga lebih jauh hingga akhir tahun."

Prakiraan baru yang dirilis bersamaan dengan keputusan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga dana federal naik menjadi 5,6 persen, menunjukkan dua kenaikan lagi lebih lanjut hingga Desember.

Para pejabat Fed sekarang memperkirakan suku bunga fed fund akan mencapai 5,6 persen tahun ini, menyiratkan dua kenaikan 25 basis poin lagi pada tahun 2023, meningkat dari perkiraan 5,1 persen pada rangkaian perkiraan terakhir yang dirilis pada Maret.

Setelah pengumuman keputusan tersebut, dolar AS tiba-tiba melonjak, memulihkan sebagian besar kerugian yang dialaminya sebelum keputusan tersebut dirilis.

"Perlambatan inflasi AS pada Mei menjadi 4,0 persen telah memberi Federal Reserve keyakinan untuk menghentikan kenaikan suku bunga pada kisaran 5,0-5,25 persen setelah sepuluh kali kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret tahun lalu," kata Srijan Katyal, kepala strategi global dan jasa-jasa perdagangan di perusahaan pialang internasional ADSS.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0836 dolar AS dari 1,0790 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2668 dolar AS dari 1,2602 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 139,6670 yen Jepang, lebih rendah dari 140,2840 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8992 franc Swiss dari 0,9059 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3313 dolar Kanada dari 1,3311 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,7148 krona Swedia dari 10,7138 krona Swedia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement