Kamis 08 Jun 2023 09:12 WIB

Emas Anjlok Jelang Pertemuan Kebijakan The Fed

Emas Comex anjlok hingga 23,10 dolar AS per ons.

Emas.
Foto: Antara
Emas.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 8/7/2023 pagi WIB), menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut. Harga emas anjlok menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan, yang akan diakhiri dengan keputusan tentang suku bunga pada Rabu (14/6/2023).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 23,10 dolar AS atau 1,17 persen menjadi ditutup pada 1.958,40 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.986,50 dolar AS dan terendah di 1.956,30 dolar AS.

Baca Juga

Emas berjangka terangkat 7,20 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.981,50 dolar AS pada Selasa (6/6/2023), setelah menguat 4,70 dolar AS atau 0,24 persen menjadi 1.974,30 dolar AS pada Senin (5/6/2023), dan tergelincir 25,90 dolar AS atau 1,30 persen menjadi 1.969,60 dolar AS pada Jumat (2/6/2023).

Emas tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat sekitar 2,0 persen dari akhir yang lebih rendah ke yang lebih tinggi dalam sepekan terakhir. Hal itu karena investor menunggu petunjuk tentang arah suku bunga Federal Reserve.

Dalam jangka pendek, harga emas mungkin tetap terkunci dalam kisaran dari 1.950 dolar AS hingga 2.000 dolar AS, menurut analis pasar. Logam kuning masih melihat beberapa dukungan pekan ini karena data ekonomi AS yang lemah menarik dolar AS dan mendorong beberapa taruhan bahwa Fed akan kekurangan ruang untuk terus menaikkan suku bunga.

Namun, dukungan ini terbatas karena dolar pulih di tengah ketidakpastian langkah Fed selanjutnya. Sementara beberapa aspek ekonomi AS tampak mendingin, inflasi dan pasar tenaga kerja masih panas, memberi tekanan lebih besar pada bank sentral untuk memperketat kebijakan.

Bahkan, sekalipun Fed menghentikan siklus kenaikan suku bunga saat ini, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Itu menjadi sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk untuk aset non-imbal hasil seperti emas.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (7/6/2023) bahwa defisit perdagangan AS melonjak 23 persen pada April ke level tertinggi enam bulan sebesar 74,6 miliar dolar AS, semakin melemahkan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 14,10 sen atau 0,60 persen, menjadi ditutup pada 23,529 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpuruk 14,10 dolar AS atau 1,36 persen, menjadi menetap pada 1.024,60 dolar AS per ounce.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement