Kamis 04 Jun 2026 18:33 WIB

Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp 201 per Saham, Total Capai Rp 7,63 Triliun

Nilai dividen tahun 2025 melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Konferensi pers Public Expose Tahun 2026 PT Unilever Indonesia Tbk di Grha Unilever, Tangerang, Kamis (4/6/2026).
Foto: Republika/Eva Rianti
Konferensi pers Public Expose Tahun 2026 PT Unilever Indonesia Tbk di Grha Unilever, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyampaikan akan membagikan dividen sebesar Rp 201 per saham untuk tahun buku 2025. Besaran dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 88 per saham. 

“Rasio pembayaran dividen mencerminkan disiplin alokasi modal perseroan menetapkan dividen total sebesar Rp 201 per saham untuk tahun buku 2025, yang mencerminkan rasio pembayaran sebesar 100 persen dari laba bersih,” kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Benjie Yap dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 di Grha Unilever, Tangerang, Kamis (4/6/2026). 

Baca Juga

Perinciannya, dividen interim sebesar Rp 87 per saham, dengan total sebesar Rp3, 3 triliun yang telah dibayarkan pada 30 Desember 2025. Kemudian, dividen final sebesar Rp 114 per saham, dengan total nilai Rp 4,33 triliun. 

“Pembayaran dividen final akan didistribusikan kepada para pemegang saham yang berhak pada tanggal 30 Juni 2026,” ujarnya. 

Dengan demikian, total dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 7,63 triliun. Besaran total dividen tersebut lebih besar dibandingkan total dividen pada tahun buku 2024 sebesar Rp 3,36 triliun. 

Benjie menuturkan, capaian tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memberikan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

“Rasio pembayaran dividen sebesar 100 persen menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional Perseroan,” kata dia. 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi