Rabu 24 May 2023 19:02 WIB

Kabupaten Bima Pastikan Ketersediaan Sapi Potong Jelang Idul Adha 2023

Pengiriman sapi potong asal Kabupaten Bima ke Jabodetabek capai 24.000 ekor.

Pemerintah Kabupaten Bima pastikan ketersediaan sapi potong jelang Idul Adha 2023.
Foto: Dok. Kementan
Pemerintah Kabupaten Bima pastikan ketersediaan sapi potong jelang Idul Adha 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BIMA -- Pemerintah Kabupaten Bima memastikan ketersediaan sapi potong jelang Idul Adha 2023 mendatang dalam kondisi aman dan terkendali. Tercatat, pengiriman sapi bima untuk wilayah Jabodetabek mencapai 24.000 ekor yang akan dikirim melalui kapal-kapal trak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bima, Indra Jaya menyampaikan bahwa kondisi sapi yang dikirim adalah sapi sehat yang sudah melalui berbagai pemeriksaan tim dokter hewan setempat. Sebagian di antaranya bahkan sudah dilakukan penggemukan sejak beberapa bulan lalu.

Baca Juga

"Jadi saya pastikan jelang idul adha mendatang sapi Bima siap memenuhi pasar Jabodetabek dan kota-kota lainya. Semua sapi sehat karena sudah melalui pemeriksaan ketat dari dokter hewan yang bertugas," ujar Indra, Rabu (24/5/2023).

Menurut Indra, satu-satunya masalah yang masih dihadapi adalah kurangnya kapal pengangkut menuju Gilimanuk, Bakauheni dan sampai pada pelabuhan Jakarta. Meski begitu, masalah tersebut sudah diurai dan sapi yang dikirim sudah 90 persen. 

"Hampir 90 persen sudah berangkat walaupun sebelumnya ada masalah pada kapal pengangkut. Jadi sekalu lagi untuk kesiapan dan ketersediaan dalam kondisi aman," katanya.

Sejauh ini, Indra menyampaikan terimakasih kepada jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus mendampingi peternak dalam proses penggemukan. Mereka bahkan diberi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagian akses permodalan.

"Kelompok petani prioritas Kabupaten Bima Alhamdulliah sudah mendapat perhatian baik dari Pemda maupun Kementan. Salah satunya dengan akses KUR pertanian," katanya.

photo
Pengiriman sapi potong untuk wilayah Jabodetabek asal Kabupaten Bima capai 24.000 ekor. - (Dok. Kementan)

Kepala Balai Karantina Pertanian Sumbawa, Ida Bagus Putu Raka Ariana memastikan bahwa semua hewan baik yang masuk maupun keluar melalui pelabuhan di wilayahnya dalam kondisi aman karena telah masuk proses vaksin maupun scan. Yang pasti, kata Raka, frekuensi hewan yang keluar masuk meningkat hingga mencapai 30 ribu ekor.

"Peran karantina sesuai dengan tupoksinya adalah mencegah hama penyakit dari satu pulau ke pulau lainnya. Kemudian kami juga telah memastikan bahwa selama idul adha ini yang keluar dari sumbawa melalui pelabuhan laut dalam kondisi sehat. Hanya saja frekuensinya pengiriman meningkat hingga 30 ribu ekor. Kami memastikan vaksinasi dan scan terhadap sapi yang keluar sudah dilakukan secara baik," katanya.

Pengusaha sapi dari Bima Jaya Farm, Ilman mengatakan bahwa kolaborasi pemerintah dan peternak terus berjalan baik. Karena itu, tahun ini Bima Jaya Farm menargetkan 4000 pengiriman yang akan didistribusikan ke Jabodetabek.

"Perusahaan saya menargetkan 4000 ekor sampai 5000 ekor, baik untuk konsumen langsung maupun ke pedagang di Jabodetabek. Insyaallah semua berjalan baik karena kolaborasi pemerintah dan peternak terus berjalan baik," katanya.

Ilman menjamin, Sapi-sapi yang dikirimnya dalam kondisi sehat dan bahkan memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan sapi dari daerah lain. Salah satunya jumlah daging atau karkasnya jauh lebih banyak.

"Pertama harga sapi bima sangat terjangkau, bahkan hanya dengan harga Rp 11 juta saja masyarakat bisa dapat satu ekor sapi. Dan kedua jumlah daging atau karkasnya jauh lebih banyak," jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa selama ini pemerintah terus melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap para peternak sapi di seluruh Indonesia. Bahkan, pemerintah juga menjamin kesehatan hewan dari berbagai penyakit menular seperti PMK.

"Ketersediaan vaksin kita sangat cukup untuk menjamin kesehatan hewan jelang idul adha mendatang. Kami berharap pengawasan dan pendampingan juga dilakukan semua pemerintah daerah," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement