Jumat 12 May 2023 02:11 WIB

PP Presisi Cetak Laba Bersih Rp 47 Miliar per Kuartal I 2023

Perolehan kontrak kerja PP Presisi meningkat 10 persen jadi Rp 1,1 triliun

PT PP Presisi mencatatkan laba bersih Rp 47 miliar per kuartal I 2023. Angka ini naik 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
Foto: pp-presisi.co.id
PT PP Presisi mencatatkan laba bersih Rp 47 miliar per kuartal I 2023. Angka ini naik 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP Presisi mencatatkan laba bersih Rp 47 miliar per kuartal I 2023. Angka ini naik 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PP Presisi Tbk, Rully Noviandar, mengatakan pencapaian laba bersih sejalan pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 790,7 miliar per kuartal I 2023. Berdasarkan lini bisnis, sektor jasa pertambangan mengalami peningkatan terbesar 49 persen, disusul pendapatan dari civil work sebesar 45 persen, dan sisanya pada lini bisnis supporting sebesar enam persen.

"Sebagai perusahaan yang bergerak bidang konstruksi dengan lima lini bisnis utama, yaitu Civil Work, Mining Services, Production Plant, Rental Equipment, dan Structure Work, PP Presisi menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah tantangan yang ada," ujarnya dalam keterangan tulis, Kamis (11/5/2023).

Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Legal PP Presisi, M. Arif Iswahyudi, menambahkan laba kotor perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar Rp 24 miliar, dari Rp 107 miliar menjadi Rp 131 miliar. Hal ini disebabkan oleh penerapan cost leadership yang sejalan dengan peningkatan laba bersih.

Selain itu, perolehan kontrak kerja juga mengalami peningkatan 10 persen menjadi Rp 1,1 triliun per kuartal I 2023, dari periode yang sama tahun lalu Rp 1 triliun. 

Direktur Operasional PP Presisi, Rebimun, menambahkan peningkatan ini terutama didorong oleh sektor mining services, yang menyumbang 84,3 persen dari total perolehan kontrak kerja baru.

Dia menuturkan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan, perusahaan terus mengembangkan lini bisnis dan mencari peluang baru khususnya jasa pertambangan. 

“Peningkatan pemasaran berdasarkan lini bisnis yaitu sebesar 78 persen lini bisnis Mining Service, sebesar 29 persen lini bisnis Rental Equipment, dan Production Plant,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement