Kamis 05 Mar 2026 16:35 WIB

Safety First Lebaran 2026: Pelni Tingkatkan Alat Evakuasi hingga 145 Persen dari Proyeksi Penumpang

Pada 25 kapal penumpang, tersedia 216 lifeboat dan 1.468 life raft

Manajemen PT PELNI (Persero) menggelar konferensi pers Angkutan Lebaran PELNI di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Foto: Muhammad Nursyamsi/Republika
Manajemen PT PELNI (Persero) menggelar konferensi pers Angkutan Lebaran PELNI di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperkuat sistem keselamatan pada angkutan Lebaran 2026 dengan kapasitas alat evakuasi mencapai 145 persen dari proyeksi jumlah penumpang.

Direktur Utama PELNI Tri Andayani menegaskan prinsip “safety first” dan “zero accident” menjadi fokus utama operasional.

Pada 25 kapal penumpang, tersedia 216 lifeboat dan 1.468 life raft dengan kapasitas 61.684 orang. Sementara 30 kapal perintis memiliki kapasitas evakuasi 19.438 orang.

Tahun ini setiap kapal penumpang telah dilengkapi dua unit Marine Evacuation System (MES). Pada Lebaran 2025, masing-masing kapal baru memiliki satu sisi MES.

Selain peningkatan alat keselamatan, seluruh awak kapal wajib menjalani medical check-up sebelum bertugas. Jumlah petugas klinik di kapal besar juga ditingkatkan selama masa peak season.

PELNI memperkuat pengamanan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut di rute padat penumpang.

Pemantauan cuaca dilakukan secara real time melalui pembaruan dari BMKG serta Operation Control Room yang beroperasi 24 jam.

Pada Lebaran 2025, realisasi dispensasi kapasitas mencapai 152 persen tanpa insiden besar yang dilaporkan. Tahun ini, perusahaan menargetkan tingkat keselamatan yang sama dengan pendekatan mitigasi yang lebih ketat.

“Kami memastikan kapal tidak berlayar tanpa maklumat pelayaran dan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” kata Tri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement