REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Tri Andayani optimistis program stimulus tarif kapal PELNI untuk angkutan Lebaran 2026 akan habis terjual. Ia menyampaikan diskon 30 persen tarif kapal PELNI untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.
“Kalau tahun lalu besaran diskonnya 20 persen dan hanya di ruas-ruas tertentu. Nah, untuk Lebaran kali ini diskonnya sudah ditambah pemerintah menjadi 30 persen dan berlaku di seluruh ruas atau rute kapal kami,” ujar Tri saat konferensi pers Angkutan Lebaran PELNI di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menyampaikan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 42,3 miliar atau setara 445.534 penumpang dalam stimulus ekonomi tarif moda transportasi angkutan Lebaran 2026. Ia mengatakan realisasi penjualan sementara sebanyak 135 ribu orang dengan total penyerapan anggaran sebesar Rp 12,8 miliar atau 30,38 persen dari target.
“Kita melihat trennya masih sama dengan tahun lalu, nanti kalau THR diterima langsung pada beli tiket,” ucapnya.
Selain layanan reguler, PELNI juga menghadirkan program mudik gratis BUMN hasil kolaborasi dengan sejumlah BUMN. Ia menyampaikan PELNI bersama sejumlah BUMN menyediakan total 2.757 tiket mudik gratis bersama BUMN.
“Program ini mencakup 1.000 tiket dari PELNI, 1.050 tiket dari PLN, 250 tiket dari Persero Batam, 256 tiket dari Pegadaian, dan Telkomsel dengan 200 tiket,” lanjutnya.
Untuk memudahkan masyarakat, sambung dia, PELNI menyediakan berbagai kanal pembelian tiket yang memiliki cakupan luas. Kanal digital dan mitra pembayaran diperluas agar akses masyarakat semakin mudah.
“Upaya ini bertujuan meningkatkan kemudahan akses informasi, transparansi jadwal, serta kenyamanan dalam proses pembelian tiket,” katanya.