REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendukung program stimulus ekonomi nasional kuartal I 2026 melalui pengelolaan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri. KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta kursi kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal penjualan resmi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI memastikan kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah dapat diakses masyarakat secara tertib dan transparan melalui sistem penjualan resmi.
“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal resmi penjualan mulai sore ini,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menyampaikan, KAI menjalankan penugasan Angkutan Idul Fitri 2026 dengan fokus pada kesiapan kapasitas, kelancaran perjalanan, serta implementasi kebijakan pemerintah. Seiring dengan itu, KAI juga menyiapkan sekitar 660 ribu kursi kereta api tambahan untuk memperluas pilihan perjalanan dan membantu pengelolaan arus mudik dan balik.
“Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui platform penjualan resmi seperti aplikasi Access by KAI mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB,” kata Anne.
Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026. Angka tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Berdasarkan data sementara, volume pemesanan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026 dengan penjualan 69.724 tiket, disusul 23 Maret sebanyak 68.904 tiket, 19 Maret 66.201 tiket, dan 18 Maret 64.127 tiket. “Di luar tanggal-tanggal tersebut, ketersediaan tiket masih terbuka,” ujar Anne.
Relasi favorit sementara didominasi koridor utama di Pulau Jawa, antara lain Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, dan Pasarsenen-Lempuyangan. Kondisi ini mencerminkan peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota saat musim mudik.
“KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idul Fitri 2026. Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” kata Anne.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengoptimalkan mobilitas masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idul Fitri. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan mobilitas, mendorong pariwisata, serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Lebaran dan Idul Fitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sementara pada libur Natal dan Tahun Baru tercatat 110,43 juta orang dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen.
Atas dasar tersebut, pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
“Untuk moda kereta api, pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen bagi perjalanan pada periode 14–29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat dan keterkelolaan mobilitas nasional selama Lebaran,” kata Airlangga.