Senin 08 May 2023 09:34 WIB

IHSG Dibuka Turun, Simak Rekomendasi Saham untuk Hari Ini

IHSG turun tipis ke level 6.787,49, melanjutkan pelemahannya pada pekan lalu.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (8/5/2023). IHSG turun tipis ke level 6.787,49, melanjutkan pelemahannya pada pekan lalu. 

Meski demikian, IHSG diperkirakan berpotensi menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan bursa global. Indeks saham di Asia dibuka beragam dengan kecenderungan menguat.

Baca Juga

"Indeks Asia cenderung menguat setelah indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu di tutup naik tajam," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Senin (8/5/2023). 

Sementara, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun lompat hampir sembilan bps menjadi 3,44 persen. DJIA dan S&P 500 mencatatkan kinerja pekanan terburuk sejak Maret. Sebaliknya, Nasdaq naik tipis sepanjang pekan lalu.

 

Kenaikan indeks saham utama di Wall Street di topang oleh harga saham Apple yang melonjak lebih dari empat persen. Ini merupakan persentase kenaikan harian terbesar sejak November 2022 setelah merilis laporan keuangan yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Selain itu, harga saham bank daerah (regional bank) melambung dari aksi jual yang berkaitan dengan kebangkrutan First Republic Bank. Analis merevisi naik rekomendasi mereka atas sejumlah saham bank daerah yang sudah terkoreksi terlalu dalam (oversold).

Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data pasar tenaga kerja AS yang memperlihatkan pasar tenaga kerja AS masih tetap solid meskipun dengan laju pertumbuhan yang sedikit melambat. Hal ini memberi investor harapan The Fed mungkin akan melakukan jeda dalam menaikan suku bunga acauan pada pertemuan kebijakan mereka bulan depan.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah berhasil menguat pada Jumat lalu namun memperpanjang tren penurunan menjadi tiga minggu beruntun untuk pertama kali sejak November. Sepanjang minggu lalu, harga minyak mentah jenis Brent jatuh 5,3 persen, sementara harga minyak mentah jenis WTI anjlok 7,1 persen.

Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan secara teknikal sejumlah saham untuk ditransaksikan hari ini:

ADMF

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 10050-10075

Target Price 1     : 10375

Target Price 2     : 10550

Stop Loss          : 9725

 

TOWR

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bearish

Trade Buy          : 1010

Target Price 1     : 1080

Target Price 2     : 1110

Stop Loss          : 955

 

ITIC

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trading Buy        : 292

Target Price 1     : 312

Target Price 2     : 324

Stop Loss          : 272

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement