Jumat 28 Apr 2023 09:50 WIB

IHSG Diperkirakan Variatif di Tengah Melandainya Ekonomi AS

IHSG hari ini diprediksi bergerak variatif dalam rentang 6.865 hingga 7.018.

Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/4/2023) diperkirakan bergerak variatif (mixed) di tengah melandainya ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2023.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/4/2023) diperkirakan bergerak variatif (mixed) di tengah melandainya ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/4/2023) diperkirakan bergerak variatif (mixed) di tengah melandainya ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2023.

IHSG dibuka melemah 0,61 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.944,87. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,29 poin atau 0,03 persen ke posisi 964.79.

Baca Juga

"IHSG hari ini diprediksi bergerak variatif dalam rentang 6.865 hingga 7.018," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Jumat (28/4/2023).

Dari mancanegara, Gross Domestic Product (GDP) AS tercatat tumbuh 1,1 persen quartal to quartal (qoq) pada kuartal I 2023, atau melambat dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 2,6 persen qoq. Melandainya ekonomi AS salah satunya disebabkan oleh melemahnya investasi, yang mana kenaikan suku bunga tinggi menyebabkan bunga pinjaman naik, sehingga pelaku bisnis sulit melakukan ekspansi.

Sementara itu, Initial Jobless Claims AS periode sepekan yang berakhir pada 22 April 2023 tercatat sebesar 230.000, atau menurun 16.000 dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 246.000, yang menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS tergolong overheat, sehingga inflasi masih akan sulit untuk turun signifikan.

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan cukai hasil tembakau atau rokok sebesar Rp 55,24 triliun periode kuartal I 2023, atau menurun 0,74 persen yoy dan merupakan penurunan pertama dalam empat tahun terakhir. Secara bulanan, produksi hasil tembakau pada Maret 2023 juga turun signifikan yakni mencapai sebesar 19,05 persen month to month (mtm).

Sementara itu, secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) periode April 2023 diperkirakan mengalami inflasi 0,23 persen mtm, dan secara tahunan diperkirakan melandai di level 4,22 persen yoy, atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang di level 4,97 persen yoy.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 184,50 poin atau 0,65 persen ke 28.642,19, Indeks Hang Seng menguat 213,52 poin atau 1,08 persen ke 20.053,80, indeks Shanghai menguat 20,84 poin atau 0,63 persen ke 3.306,72, dan indeks Straits Times menguat 0,55 poin atau 0,02 persen ke 3.282,58.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement