Senin 17 Apr 2023 12:45 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan, BRI Bagikan Tabungan Anak Yatim di Manado

Literasi dan edukasi keuangan sejak dini membentuk kebiasaan keuangan di masa dewasa.

Logo Bank Rakyat Indonesia (BRI). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Kantor Regional Manado membagikan tabungan kepada anak yatim di Provinsi Sulawesi Utara guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Foto: Antara
Logo Bank Rakyat Indonesia (BRI). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Kantor Regional Manado membagikan tabungan kepada anak yatim di Provinsi Sulawesi Utara guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Kantor Regional Manado membagikan tabungan kepada anak yatim di Provinsi Sulawesi Utara guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

CEO Regional Office Manado Luthfi Iskandar di Manado, Senin (17/4/2023), mengatakan, BRI membagikan santunan melalui buku tabungan BRI kepada 200 anak di sejumlah panti asuhan dengan nominal masing-masing anak Rp 300 ribu. "Jadi buku tabungan yang diberikan, total santunan mencapai Rp 60 juta," kata Luthfi.

Baca Juga

BRI berharap bantuan itu bisa mengedukasi anak-anak sejak dini, terkait manfaat menabung sebagai salah satu investasi untuk masa depan. Ia menjelaskan literasi dan edukasi keuangan bagi anak usia dini penting karena dapat membentuk perilaku dan kebiasaan keuangan anak ketika memasuki usia dewasa.

Hal yang perlu ditanamkan sejak anak masih usia dini bahwa literasi keuangan adalah keterampilan hidup yang perlu dimiliki seseorang. Karena, kata Luthfi, dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari, baik dari mulai bangun tidur sampai kembali ke kamar tidur tidak terlepas dari transaksi keuangan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut) Winter Marbun mengatakan upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan diharapkan dapat meningkatkan perlindungan masyarakat secara finansial. "Masyarakat yang sadar literasi keuangan atau cerdas secara finansial dapat memahami perencanaan keuangan, sehingga dapat mengambil keputusan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan mereka," kata Winter.

Sehingga, kata Winter, sejak anak usia dini harus ditanamkan budaya menabung, agar bisa memahami akan pentingnya berinvestasi.

Winter menjelaskan adapun inklusi keuangan merupakan bagian penting dari sosial ekonomi. Yaitu inklusivitas terhadap akses keuangan yang tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat di suatu negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, inisiatif pengentasan kemiskinan, serta sebagai upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat.

Intinya akses keuangan yang merata bagi masyarakat dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam merencanakan tujuan keuangan jangka panjang hingga mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis finansial yang tidak terduga.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement