Selasa 11 Apr 2023 15:46 WIB

Khofifah Dorong Peningkatan Jumlah RPH Halal

Khofifah menargetkan pada 2023 ada 139 RPH halal di Jatim.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ahmad Fikri Noor
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan industri halal sebagai upaya penyelamatan karakter dan akhlak bangsa.
Foto: Dok UMM
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan industri halal sebagai upaya penyelamatan karakter dan akhlak bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan industri halal sebagai upaya penyelamatan karakter dan akhlak bangsa. Artinya, kata dia, penguatan industri halal sesungguhnya bukan sekadar upaya yang berorientasi pada sektor ekonomi semata. Khofifah mengatakan, upaya penyelamatan karakter dan akhlak bangsa harus dimulai dari hulunya.

Salah satunya dengan memastikan seluruh proses penyembelihan serta fasilitas di Rumah Potong Hewan (RPH) dilakukan secara halal. Sebab, kata Khofifah, masih ditemukan ayam yang tidak melewati proses sembelih sempurna, melainkan hanya disiram menggunakan air panas hingga mati.

Baca Juga

"Kalau seperti ini berarti yang kita makan adalah bangkainya. Hal ini yang menjadi PR kita bersama untuk penguatan industri halal dari hulunya agar yang kita konsumsi bersumber dari barang yang halal," kata Khofifah, Selasa (11/4/2023).

Khofifah pun terus mendorong peningkatan jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) kategori halal di Jatim. Khofifah menargetkan pada 2023 ada 139 RPH di Jatim yang beralih menjadi RPH halal. Saat ini baru ada 55 RPH halal di Jatim.

 

Khofifah juga berencana menggelar silaturahim dengan seribu juru sembelih halal (Juleha) pada Mei 2023. Pertemuan yang dikemas dalam kegiatan halal bihalal tersebut juga menurutnya menjadi upaya untuk memberikan kursus bagi calon-calon juru sembelih utamanya mendekati Idul Adha.

"Jadi forum-forum seperti ini mampu menyeiringkan berbagai pemikiran karena cara pemotongan hewan secara halal itu sedikit sekali. Ini misi besar menyatukan pikiran dan gerakan kita bersama bukan sekedar industri, tapi misi menyelamatkan kehidupan," ujarnya.

Khofifah mengatakan, saat ini dunia tidak memandang korelasi antara industri halal dengan mayoritas agama di sebuah negara. Sebab industri halal saat ini sudah menjadi gaya hidup global. "Ini lah yang membuat banyak negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam, memiliki visi untuk mengembangman produk halal," kata Khofifah.

Oleh karenanya, pergerakan masif yang disupport oleh auditor, penyelia, pendamping halal yang berbasis ormas dan kampus ini menjadi penting. "Jawa Timur saat ini memiliki 6 perguruan tinggi yang memiliki LPH diluar MUI. Saya berharap agar lebih progres lagi. Utamaya nanti pada saat pertemuan Juleha (juru sembelih halal)," kata Khofifah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur merekomendasikan pembentukan Satgas Percepatan RPH Halal. Ketua Umum MUI Jawa Timur Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menjelaskan, pembentukan Satgas tersebut sebagai upaya menjadikan Jatim sebagai pusat industri halal, utamanya sebagai pusat Rumah Potong Hewan (RPH) yang halal.

Maka dari itu, kata dia, diperlukan percepatan sertifikasi halal RPH serta juru sembelih halal. Ia kembali menegaskan pentingnya Satgas yang dibentuk antara Pemprov Jatim dan MUI Jatim untuk mempersiapkan RPH bersertifikat halal.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement