Rabu 15 Mar 2023 23:44 WIB

Airlangga: KUR Berkontribusi Rp 600 Triliun pada Ekspansi Kredit 2022

Penyaluran kredit kepada UMKM masih berada di level 22 persen dari total kredit.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Pameran yang diikuti pabrikan otomotif dari China, Eropa dan Jepang itu menghadirkan berbagai inovasi industri otomotif tanah air. GJAW membidik transaksi sebesar Rp 2,3 triliun dalam sembilan hari pelaksanaan pameran dengan perkiraan 53 ribu pengunjung yang akan hadir.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Pameran yang diikuti pabrikan otomotif dari China, Eropa dan Jepang itu menghadirkan berbagai inovasi industri otomotif tanah air. GJAW membidik transaksi sebesar Rp 2,3 triliun dalam sembilan hari pelaksanaan pameran dengan perkiraan 53 ribu pengunjung yang akan hadir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kontribusi kredit usaha rakyat (KUR) terhadap ekspansi kredit pada tahun 2022 diperkirakan sekitar Rp600 triliun atau sebesar 50 persen.

"Dari jumlah tersebut sebesar 40 persen diberikan kepada usaha mikro," ucap Airlangga dalam acara Maybank Indonesia Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

Baca Juga

Kondisi tersebut, kata Airlangga menggambarkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki daya tahan yang tinggi di tengah krisis.

Airlangga menegaskan pemerintah akan terus mendorong UMKM lantaran sektor tersebut berkontribusi sebesar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja.

Dengan demikian, pemerintah meningkatkan alokasi KUR dari tahun 2022 yang sekitar Rp360 triliun menjadi Rp450 triliun pada tahun 2023 ,yang disertai dengan penambahan target debitur baru paling sedikit 1,76 juta debitur dan target debitur graduasi penyaluran KUR paling sedikit 2,36 juta debitur.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar penyaluran kredit kepada UMKM pada tahun 2024 bisa mencapai Rp1.800 triliun atau 30 persen dari total kredit. UMKM yang disasar yakni kelompok penerima kredit dengan nilai penyaluran di bawah Rp10 miliar.

Selama 10 tahun terakhir, kata dia, penyaluran kredit kepada UMKM masih berada di level 22 persen dari total kredit. Kondisi itu harus menjadi perhatian bank untuk memikirkan apakah harus ada pemindahan porsi dari kredit komersial ke KUR.

"Ini merupakan salah satu satu tugas bank dalam memfasilitasi dan biasanya ini bisa lebih cepat kalau yang dibiayai merupakan sepanjang rantai nilai, mulai dari vendor sampai dengan offtaker dalam klaster sektor tertentu," ucap dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement