Sabtu 11 Mar 2023 09:45 WIB

Saham Silicon Valley Bank Merosot 60 Persen

Silicon Valley Bank berencana tingkatkan modal yang memicu kekhawatiran neracanya.

Sebuah mobil melewati tanda Silicon Valley Bank di kantor pusat perusahaan di Santa Clara, California, Jumat, 10 Maret 2023. Federal Deposit Insurance Corporation menyita aset Silicon Valley Bank, menandai kegagalan bank terbesar sejak Washington Mutual selama puncak krisis keuangan 2008. FDIC memerintahkan penutupan Silicon Valley Bank dan segera mengambil semua simpanan di bank pada hari Jumat.
Foto: AP Photo/Jeff Chiu
Sebuah mobil melewati tanda Silicon Valley Bank di kantor pusat perusahaan di Santa Clara, California, Jumat, 10 Maret 2023. Federal Deposit Insurance Corporation menyita aset Silicon Valley Bank, menandai kegagalan bank terbesar sejak Washington Mutual selama puncak krisis keuangan 2008. FDIC memerintahkan penutupan Silicon Valley Bank dan segera mengambil semua simpanan di bank pada hari Jumat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham Grup Finansial Silicon Valley Bank (SVB) anjlok 40 persen dalam perdagangan premarket pada hari Jumat (10/3/2023), menumpuk ke kerugian tajam yang dicatat sehari sebelumnya. Ini terjadi setelah rencana SVB untuk meningkatkan modal memicu kekhawatiran tentang kekuatan neracanya.

Saham diperdagangkan pada 63,99 dolar AS sebelum bel dan akan dibuka pada level terendah dalam lebih dari satu dekade, jika kerugian saat ini bertahan.

Baca Juga

Saham bank yang berfokus pada startup merosot 60 persen pada Kamis (9/3/2023), kerugian terbesar yang pernah ada, setelah mengungkapkan rencana untuk mengumpulkan lebih dari 2 miliar dolar AS dari investor untuk melawan kerugian dari penjualan portofolio obligasinya.

Rencana itu gagal menenangkan investor yang khawatir jika penambahan modal cukup membendung penurunan dana pihak ketiga (DPK). SVB mengatakan simpanannya turun lebih cepat dari yang diperkirakan karena peningkatan pengeluaran oleh kliennya, sebagian besar dari sektor teknologi dan startup perawatan kesehatan.

 

Rencana penggalangan dana juga datang berseberangan dengan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell minggu ini. Dia mengatakan bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data kuat baru-baru ini.

Kekacauan di SVB menyebar ke bank-bank AS dan Eropa lainnya. Indeks bank S&P 500 turun 6,6 persen pada Kamis, sementara aksi jual di pemberi pinjaman utama Eropa pada Jumat membebani indeks utama kawasan ini.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement