Senin 06 Mar 2023 00:51 WIB

Mobil Listrik Kian Diminati, Honda Percaya Mobil Konvensional Bertahan Hingga 2040

Honda menargetkan pmobil listrik dan hibrida menyumbang 40 persen penjualan.

 Mobil prototipe kendaraan listrik Afeela, perusahaan patungan antara Sony dan Honda, dipamerkan selama konferensi pers Sony sebelum dimulainya acara teknologi CES Rabu, 4 Januari 2023, di Las Vegas. Foto ilustrasi
Foto: AP Photo/John Locher
Mobil prototipe kendaraan listrik Afeela, perusahaan patungan antara Sony dan Honda, dipamerkan selama konferensi pers Sony sebelum dimulainya acara teknologi CES Rabu, 4 Januari 2023, di Las Vegas. Foto ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Honda Motor Co bergerak cepat untuk mengejar pesaing kendaraan listrik di pasar global.  Meski demikian Chief Executive Honda Motor Co Toshihiro Mibe mengatakan mesin bakar konvensional dapat bertahan hingga 2040 atau lebih.

Mibe berkata dirinya telah berkecimpung dalam bisnis pengembangan mesin selama lebih dari 30 tahun. Secara pribadi Mibe mengakui sangat suka dalam pengembangan mesin konvensional. "Tapi saya harus memisahkan perasaan saya sendiri dari apa yang terbaik untuk bisnis ini,” kata Mibe serbagai dikutip Reuters, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga

Mibe menambahkan bahwa Honda sedang menjalankan studi kelayakan pada segala hal mulai dari pengisi daya dan baterai canggih hingga kendaraan udara dan roket, serta bahan bakar elektronik rendah karbon baru yang dapat membantu menjaga mesin pembakaran tetap ada untuk satu atau dua dekade mendatang. Terutama untuk mobil berperforma, truk, dan kendaraan berat lainnya.

Langkah Honda untuk transisi ke mobil listrik di antaranya dengan mendirikan unit bisnis tersendiri guna mengawasi pengembangan bisnis EV dan baterai Honda. “Yang pada akhirnya dapat mencakup investasi di stasiun pengisian daya, mirip dengan jaringan Supercharger Tesla Inc,” kata Mibe di Marysville, Ohio, di pusat operasi perusahaan di AS.

 

Menurut Mibe saat Honda  bergerak menuju netralitas karbon maka fokus mereka pada elektrifikasi dan sel bahan bakar,  dua komponen inti mobilitas masa depan.

Honda dinilai  lambat mengikuti pesaingnya seperti  Volkswagen AG  hingga General Motors Co, yang telah berkomitmen miliaran dolar AS untuk mengembangkan dan membangun kendaraan listrik dan baterai. 

Honda saat ini berencana menanamkan modalnya setidaknya 40 miliar dolar AS hingga tahun 2030, dengan tujuan mendorong kendaraan hibrida dan sepenuhnya listrik menyumbang 40 persen dari penjualannya di 2030.

Investasi tersebut termasuk usaha patungan senilai 3,5 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baterai dengan LG Energy Solution di dekat Jeffersonville, Ohio, untuk digunakan di pabrik kendaraan listrik Honda di Amerika Utara.

Sebelumnya, Honda pada 2024 akan meluncurkan dua SUV elektrik baru, Honda Prolog dan Acura ZDX, dari pabrik GM Spring Hills di Tennessee.

Mibe mengonfirmasi bahwa Honda sedang mengembangkan arsitektur EV-nya sendiri, yang pertama akan tiba di AS pada tahun 2026, serta baterai canggih dari desainnya sendiri untuk beberapa model masa depan tersebut.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement