Jumat 10 Feb 2023 02:45 WIB

Airlangga Ajak Pengusaha Ciptakan Iklim Bisnis Kondusif

Perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksikan masih menguat

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi secara virtual, Senin (2/6/2023). Airlangga Hartarto menyatakan, perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksikan masih menguat dan memiliki peluang resesi lebih kecil jika dibandingkan sejumlah negara lain.
Foto: DOK Tangkapan Layar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi secara virtual, Senin (2/6/2023). Airlangga Hartarto menyatakan, perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksikan masih menguat dan memiliki peluang resesi lebih kecil jika dibandingkan sejumlah negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksikan masih menguat dan memiliki peluang resesi lebih kecil jika dibandingkan sejumlah negara lain. Indonesia juga dinilai memiliki bekal baik karena pada tahun lalu mampu tumbuh 5,31 persen secara year on year (yoy).

Dia menambahkan, indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel dalam negeri terus tumbuh menjadi kunci mempertahankan proses pemulihan ekonomi. Hal itu ditunjukkan dengan Purchasing Management Index (PMI) yang berada di level ekspansif selama 16 bulan berturut-turut dan pada Januari 2023 mencapai 51,3. Inflasi juga relatif terkendali yakni sebesar 5,28 persen yoy pada Januari tahun ini.

Baca Juga

“Terdapat beberapa sektor yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi pada 2023. Di antaranya konstruksi, transportasi, penyediaan makanan minuman dan akomodasi, serta bebagai sektor berbasis UMKM,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dalam Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Tahun 2023, Kamis (9/2/2023).

Sektor Industri berbasis hilirisasi komoditas SDA juga akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dengan ditopang komitmen pemerintah untuk terus membatasi ekspor komoditas pertambangan seperti nikel dan bauksit. Dalam jangka pendek, pemerintah akan memperkuat beberapa kebijakan yakni memastikan kebijakan PC-PEN di masa transisi terus berjalan di kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, mendorong daya beli dan konsumsi dalam negeri melalui P3DN, menyediakan pembiayaan UMKM yang mudah dan murah melalui KUR, melakukan percepatan realisasi belanja APBN/APBD terutama di kuartal I 2023, dan mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sedangkan dalam jangka panjang, pemerintah akan terus memastikan berjalannya reformasi struktural untuk mendorong daya saing dan iklim berusaha di Indonesia, salah satunya melalui Perpu Cipta Kerja dan penerapan sistem layanan perizinan berusaha elektronik yang terintegrasi (OSS RBA). “Kepemimpinan Indonesia di ASEAN juga diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Airlangga juga mengharapkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Termasuk Himpunan Pengusaha KAHMI untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi ke depan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement