Kamis 09 Feb 2023 16:56 WIB

Sektor UMKM Hingga Industri Jadi Andalan Sumber Kemajuan Ekonomi 2023

Sektor industri yang berbasis hilirisasi sumber daya alam juga jadi pusat pertumbuhan

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
 Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan sektor konstruksi, transportasi, penyediaan makanan dan minuman, akomodasi, serta berbagai sektor berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2023.
Foto: Dok pribadi
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan sektor konstruksi, transportasi, penyediaan makanan dan minuman, akomodasi, serta berbagai sektor berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan sektor konstruksi, transportasi, penyediaan makanan dan minuman, akomodasi, serta berbagai sektor berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2023. Dalam jangka pendek, berbagai langkah yang hendak dilakukan untuk menumbuhkan ekonomi tahun 2023 ialah melalui kebijakan berkaitan dengan masalah transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun 2023.

"Sektor industri yang berbasis hilirisasi sumber daya alam juga menjadi pusat pertumbuhan yang ditopang dengan komitmen pemerintah terus mendorong stop ekspor berbasis nikel dan bauksit," ujarnya secara virtual dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023 Himpunan Pengusaha KAHMI/Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Hipka) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Untuk daya beli masyarakat dan konsumsi dalam negeri bakal didorong dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia, pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan percepatan realisasi belanja barang dan jasa kementerian/lembaga pada kuartal I 2023.

Adapun dalam jangka panjang, pemerintah terus memastikan belanja reformasi struktural guna mendukung daya saing dan iklim usaha di Indonesia. Dua langkah yang dilakukan antara lain melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Cipta Kerja dan mempercepat sistem perizinan usaha berbasis risiko.

 

"Pemerintah terus berharap dukungan dari berbagai sektor termasuk swasta, masyarakat, dan para pemangku kepentingan," ungkap Menko Perekonomian.

Kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 juga diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan tema yang diusung 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth'.

"ASEAN Matters" disebut menjadikan negara-negara di Asia Tenggara semakin relevan dan berperan penting untuk menghadapi dinamika politik di kawasan Indo-Pasifik. Episentrum tumbuh turut membuat ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan yang resilien.

"Fokus ini tentu dapat terlaksana dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk Hipka dan kolaborasi pemerintah. dan Hipka diharapkan bisa menyelesaikan berbagai macam tantangan ke depan," katanya.

Dia meyakini Hipka adalah aset intelektual dan aset wiraswasta bangsa yang akan terus didorong dan diajak berkolaborasi agar bisa menciptakan insan mandiri dan sejumlah peluang wirausaha yang diharapkan bisa mempekerjakan banyak orang.

"Saya harap Hipka bisa berperan menciptakan iklim usaha kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," ucap Airlangga.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement