Jumat 03 Feb 2023 19:41 WIB

Aliran Modal Asing Pekan Pertama Februari Capai Rp 4,96 Triliun

BI melaporkan aliran modal asing pada pekan pertama Februari 2023.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing pada pekan pertama Februari 2023.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing pada pekan pertama Februari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing pada pekan pertama Februari 2023. BI mencatat, aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik Indonesia pada 30-2 Februari 2023 sebesar Rp 4,96 triliun. 

“Dana asing yang masuk itu berasal dari beli neto Rp 5,42 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan jual neto Rp 0,46 triliun di pasar saham,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (3/2/2023). 

Baca Juga

Dia menyampaikan, selama 2023, berdasarkan data setelmen hingga 2 Februari 2023, nonresiden beli neto mencapai Rp 50,15 triliun di pasar SBN. Lalu jual neto mencapai Rp 5,68 triliun di pasar saham.

Sementara itu, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 75,81 basis poin (bps) per 2 Februari 2023.

 

“Penurunan CDS ini dari 80,90 bps per 27 Januari 2023," ujar Erwin. 

Bank Indonesia juga mencatat yield SBN 10 tahun turun ke level 6,58 persen pada akhir Kamis (2/2/2022). Lalu, pada Jumat (3/2/2023) yield SBN 10 tahun turun ke level 6,55 persen.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement