Rabu 04 Jan 2023 15:13 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Besi Cikurubuk Tasikmalaya

Polsek Mangkubumi sebut 151 kios terbakar di Pasar Besi Tasikmalaya

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kebakaran melanda Pasar Besi Cikurubuk di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (4/1/2022). Sebanyak 151 kios yang berada di pasar itu dilaporkan hangus terbakar.
Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Kebakaran melanda Pasar Besi Cikurubuk di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (4/1/2022). Sebanyak 151 kios yang berada di pasar itu dilaporkan hangus terbakar.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kebakaran melanda Pasar Besi Cikurubuk di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (4/1/2022). Sebanyak 151 kios yang berada di pasar itu dilaporkan hangus terbakar.

Kepala Polsek Mangkubumi, Inspektur Satu (Iptu) Hartono, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terkait kebakaran itu pada Rabu pagi. Setelah mendapat laporan, petugas dari Polsek Mangkubumi langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

"Ternyata benar terjadi kebakaran. Kami langsung koordinasi dengan pemadam kebakaran dan tim inafis untuk melakukan penanganan," kata dia di lokasi kejadian, Rabu (4/1/2023).

Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, barang-barang yang terdapat di dalam kios yang terbakar banyak yang terdampak. 

Ihwal penyebab kebakaran, Hartanto mengaku masih belum bisa memastikannya. "Terkait penyebab kebakaran masih dalam tim reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Yang penting, sementara api sudah berhasil dipadamkan," kata dia.

Berdasarkan pantauan Republika, di sekitar lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi. Warga yang tak berkepentingan tidak diperbolehkan masuk ke area itu untuk meminimalisir peristiwa tak diinginkan.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, terdapat total 152 kios di Pasar Besi Cikurubuk yang hangus terbakar dalam kejadian itu. Namun, belum dapat dipastikan total kerugian akibat kejadian itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement