Senin 05 Dec 2022 11:12 WIB

BEI Kedatangan Emiten Teknologi, Begini Debutnya

Emiten teknologi NINE mencatat penurunan usai dibuka di level Rp 82.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. PT Techno9 Indonesia Tbk resmi mencatatkan Saham Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan saham NINE. Perseroan termasuk ke dalam sektor teknologi dan menjadi emiten ke-55 yang mencatatkan saham di BEI tahun ini.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. PT Techno9 Indonesia Tbk resmi mencatatkan Saham Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan saham NINE. Perseroan termasuk ke dalam sektor teknologi dan menjadi emiten ke-55 yang mencatatkan saham di BEI tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Techno9 Indonesia Tbk resmi mencatatkan Saham Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan saham NINE. Perseroan termasuk ke dalam sektor teknologi dan menjadi emiten ke-55 yang mencatatkan saham di BEI tahun ini.

Saat memulai debutnya, saham emiten yang bergerak di bidang perdagangan komputer ini bergerak variatif. NINE sempat melemah ke level Rp 73 setelah dibuka menguat di level Rp 82. 

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan Penawaran Awal (bookbuilding), bersama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Victoria Sekuritas Indonesia dan memperoleh respons yang positif dari calon investor. 

Bersamaan dengan periode bookbuilding tersebut, telah bergabung PT Elit Sukses Sekuritas untuk bersama-sama dengan PT Victoria Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Perseroan.

Dalam IPO, Perseroan menawarkan sebanyak 432 juta saham baru atau sebesar 20,03 persen dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO. Saham baru tersebut ditawarkan dengan Harga Penawaran sebesar Rp 75 per saham.

Adapun jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp 32,4 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk beberapa keperluan. 

Sekitar 52,66 persen akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan guna mendukung pengembangan kegiatan usaha seperti pembelian barang dagangan dan persediaan barang, biaya penyelenggaraan pelatihan maupun operasional kantor.

Sekitar 32,09 persen akan digunakan untuk pembukaan sebanyak kurang lebih 19 service point beserta sarana pendukungnya yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Sekitar 15,25 persen akan digunakan untuk pembelian gudang penyimpanan serta sebagai ruang penunjang operasional. 

Perseroan berkeyakinan Perseroan akan membukukan pertumbuhan yang baik di masa yang akan datang. Direktur Utama Perseroan, Heddy Kandou mengatakan perusahaan memiliki manajemen yang berpengalaman di bidang industri Teknologi Informasi lebih dari 15 tahun.

"Manajemen memiliki pengalaman dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi-strategi usaha serta memahami seluk beluk pasar serta perilaku konsumen, sehingga Perseroan dapat menyusun strategi penjualan dan pemasaran produk dan jasa yang tepat, efektif dan efisien," kata Heddy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement