Jumat 02 Jan 2026 10:41 WIB

BEI Bidik Top 10 Bursa Dunia, OJK Perkuat Integritas Pasar Modal

Master Plan BEI 2026-2030 disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar modal.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Erik Purnama Putra
Direktur Utama BEI Iman Rachman memberikan sambutan saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Utama BEI Iman Rachman memberikan sambutan saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Indonesia masuk jajaran 10 bursa terbesar dunia dalam lima tahun ke depan. Hal itu seiring penguatan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperdalam dan menjaga integritas pasar modal nasional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana 2026, Jumat dibuka menguat ke level 8.676,74. Torehan itu mencerminkan sentimen positif investor sejak awal tahun.

Baca Juga

Dirut BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan arah pengembangan melalui Master Plan BEI 2026-2030 untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar modal. "Kami telah menyiapkan arah perkembangan Bursa untuk lima tahun berikutnya agar momentum pertumbuhan pasar modal terus terjaga," ujar Iman saat pembukaan perdagangan perdana Menara BEI, SCBD, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2026).

Melalui master plan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030 dengan membangun pasar modal yang berdaya saing global. "Melalui Master Plan BEI 2026-2030 kami menetapkan tujuan besar pada tahun 2030, yaitu membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global," kata Iman.

BEI menargetkan posisi Indonesia masuk top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi. Iman berharap, Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor dan perekonomian nasional.

Untuk mendukung target tersebut, BEI menyusun sejumlah asumsi berbasis kondisi makroekonomi nasional dan global. Salah satunya, BEI mengasumsikan nilai RNTH pada 2026 sebesar Rp15 triliun. Dari sisi pencatatan, BEI menargetkan 555 pencatatan efek pada 2026, termasuk 50 saham baru.

"Dari sisi pencatatan kami menargetkan 555 pencatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru," ucap Iman.

Selain itu, BEI membidik pertumbuhan basis investor melalui pemanfaatan berbagai kanal distribusi informasi. BEI, sambung Iman, juga terus memanfaatkan berbagai kanal distribusi informasi untuk mencapai target pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia sebanyak 2 juta investor baru di tahun 2026.

Iman melanjutkan, pencapaian target ambisius BEI tidak dapat dilakukan sendiri. BEI pun berharap dukungan penuh dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pelaku pasar agar master plan lima tahunan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

"Kami percaya agar terwujud visi ini perlu sinergi seluruh stakeholder. Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten dan anggota bursa agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi pasar modal Indonesia," kata Iman.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement